RSS

Menuju SD Unggulan Dengan Bayaran Standar

01 Sep

Menuju SD Unggulan Dengan Bayaran Standar

Ahmad Zamhari Hasan*

 

Pendahuluan

            Untuk menjadi Sekolah Dasar unggulan, SD yang ada perlu merubah system yang ada dengan menerapkan metode-metode terbaru yang terbukti efektif dalam rangka menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan kelulusan 100%. Tulisan ini mencoba merumuskan sebuah tawaran system baru yang cocok bagi SD Islam.

Visi dan Misi

Visi

Mencetak lulusan SD yang cerdas, pintar, kreatif dan berkepribadian yang baik, sehingga mampu berprestasi dan berhasil di tingkat lanjutan.

Misi

1.      Menjadikan pembelajaran sebagai kegiatan menyenangkan seumur hidup

2.      Membimbig setiap anak SD Islam untuk mampu mengembangkan kecerdasan dan kreativitas

3.      Menjadikan SD Islam sebagai sekolah unggulan dengan bayaran standar, malah gratis untuk anak yatim/piatu atau miskin.

4.      Mengelola SD Islam secara profesional

5.      Saling Bekerja sama antara Yayasan, guru, orang tua, dan masyarakat demi keberhasilan anak-anak SD Islamuntuk lulus 100%.

Kurikulum Pendidikan

   Menurut Jeanete Vos, Kurikulum Terpadu sangat cocok dengan zaman sekarang; pertama, kurikulum perkembangan pribadi, meliputi rasa bangga diri dan pembentukan keyakninan, kedua, kurikulum keterampilan hidup, meliputi pemecahan masalah kreatif dan manajemen diri, ketiga, kurikulum belajar-untuk-belajar dan belajar-untuk-berpikir, belajar bisa dilakukan dengan menyenangkan seumur hidup, kerikulum isi, pada umumnya dengan tema-tema terpadu, saya mengusulkan ditambah Kurikulum Keislaman.

Cara mewujudkan hal itu dalam Kurikulum SD Islam ialah;

1.      Setiap mata pelajaran diusahakan memiliki nilai tambah dalam pembentukan kepribadian setiap pelajar. Matematika; anak bisa menghitung kebaikan atau kesalahan yang dilakukan dalam satu hari, Bahasa Indonesia; anak-anak mampu bercakap-cakap dengan bahasa yang santun dengan memegang Tata Bahasa Indonesia sederhana, Olah raga; anak-anak berolah raga dengan pakaian yang sopan.

2.      Setiap pelajaran menimbulkan rasa bangga pada diri pelajar untuk menumbuhkan keyakinan. Matematika; membuat anak-anak yakin pada kebenaran berhitung yang dilakukan dengan metode dan rumus yang tepat,  bahasa Indonesia; anak-anak mampu menulis puisi dan cerita sederhana yang membuat mereka yakin bisa menulis.

3.      Setiap pelajaran diupayakan mampu membuat setiap pelajar bisa memecahkan masalah sederhana. IPS membuat anak-anak mampu memahami keadaan sekitar dan sejarah bangsanya, sehingga mereka paham bahwa untuk berbuat sesuatu pada Negara, mereka harus rajin belajar agar sukses. IPA membuat anak-anak memahami hukum alam sebagai Sunnah Allah, sehingga membuat mereka mau menjalankan shalat secara sukarela.

4.      Setiap anak dituntut memahami Gaya Belajar masing-masing dengan dibimbing guru yang telah memahami mereka terlebih dahulu. Setiap guru tidak boleh menyamaratakan setiap pelajar, sebab mereka terbagi dalam Pelajar Visual, Auditori dan Kinestetik, yang memiliki kebiasaan, kecendrungan dan minat berbeda.

5.      Setiap guru harus mampu menghargai kemampuan anak, sekecil apa pun prestasi yang dicapai. Puji mereka ketika berhasil, beri hukuman yang mengandung pendidikan ketika melanggar atau nakal, contah; membaca buku sambil berdiri.

6.      Kurikulum isi yang terdiri dari beberapa pelajaran yang ditentukan Diknas dan Yayasan Pendidikan harus saling mengisi dan terpadu, artinya setiap anak dibimbing guru untuk sedikit demi sedikit agar memahami kaitan antar semua mata pelajaran. Tekankan bahwa pelajaran sekolah sangat penting bagi anak-anak agar berhasil ketika dewasa, bahkan melebihi orang tua dan guru mereka.

7.      Memberikan insentif pada guru yang paling rajin atau datang tepat waktu dan mencapai target kelulusan 100%.

8.      Menambah jam sekolah sampai pukul 14.00 WIB dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik, seperti; les musik atau bernyanyi, les menulis, les menggambar, les pidato, dan mendidik anak-anak yang tertinggal dari teman-temannya.

9.      Anak-anak shalat dhuha dan dhuhur di sekolah setiap hari, mampu memahami dan menerapkan rukun Islam (kecuali haji) bagi pelajar kelas IV-VI. Pelajaran keislaman diarahkan pada praktik bukan teori.

Ekstra Kurikuler

            SD Islam harus berupaya menyusun kegiatan Ekstra Kurikuler yang mendukung kegiatan Intra Kurikuler. Kegiatan Ekstra Kurikuler yang bisa dilakukan ialah;

1.      Latihan Pramuka seminggu sekali dengan tujuan; melatih kemampuan fisik, menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga pada kemampuan yang dimiliki, serta sosialisasi antar teman.

2.      Upacara setiap Senin; merupakan sarana anak menampilkan diri. Saya mengusulkan biar anak-anak yang melaksanakan semua; mengatur barisan, pimpinan upacara dan tugas-tugas lainnya, dengan melatih terlebih dahulu anak-anak kelas VI untuk mampu melakukannya. Guru hanya mengawasi

3.      Panggung kreativitas setiap bulan sekali; anak-anak tampil membacakan puisi, cerita, humor dan karya mereka di depan umum, kemampuan pidato sederhana, dan lomba cerdas cermat.

4.      Tembok kreativitas harus diisi setiap pelajar dan mengganti isinya setiap bulan sekali, serta mendokumentasikan tulisan lama. 3 bulan sekali, tampilkan tulisan-tulisan terbaik dan memberikan penghargaan pada anak yang paling sering menulis.

5.      Mengikuti berbagai macam perlombaan di luar sekolah

6.      Memberikan insentif pada guru yang paling aktif dalam kegiatan Ekstra Kurikuler

Yayasan Sebagai Penasihat

            Selama ini ada sebagian sekolah yang mana antara Yayasan dengan Lembaga Pendidikan yang dibawah naungannya tidak saling akur, malah saling menyalahkan. Tentu hal ini tidak mungkin terjadi di SD Islam. Untuk itu, Yayasan lebih tepat bertindak sebagai penasehat yang memberikan masukan demi kebaikan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.

            Setiap kepala sekolah bertanggung jawab sepenuhnya pada pengelolaan sekolah dengan berusaha mendengarkan secara seksama nasihat dari Yayasan yang disampaikan dengan bijaksana. Artinya maju mundurnya sekolah ada di bawah tanggung jawab kepala sekolah, sedang pemenuhan kesejahteraan guru atau pegawai, kelengkapan alat, dan fasilitas yang memadai menjadi tanggung jawab yayasan.

            Insya Allah, dengan dua langkah di atas, keduanya saling mengisi demi kemajuan sekolah. Mustahil sebuah lembaga pendidikan maju, jika Yayasan bergerak sendiri dan Kepala sekolah bergerak sendiri seenaknya, hal ini berlaku sama untuk dewan guru. Tapi, jika bersatu dan saling mengisi, tentu memperkuat kekuatan. Di samping itu, manajeman terbaru menyebutkan bahwa perbedaan atasan bawahan sudah tidak umum lagi, yang cocok ialah partner kerja. Yayasan partner kerja kepala sekolah, kepala sekolah partner kerja para guru atau pegawai. Mereka semua menyatu seperti lingkaran.

Beberapa Langkah Penting

            Untuk menjadi sekolah unggulan, perlu beberapa langkah penting;

1.      Memiliki sumber dana yang memadai, baik dari iuran pelajar, bantuan Diknas, BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN ATAU PENGUSAHA dan Yayasan mengelola bisnis untuk mendukung kemajuan lembaga pendidikan. Supaya iuran pelajar tidak terlalu mahal, maka Yayasan perlu berbisnis yang hasilnya separuh diberikan pada sekolah, sedang separuhnya dinikmati pihak Yayasan. Untuk melakukan hal ini, perlu keikhlasan dan ketulusan demi kemajuan pendidikan.

2.      Setiap orang yang terlibat dalam pendidikan di SD Islam; tidak boleh mengatakan anak bodoh, Nyeletuk dalam hati yang mengutuk pelajar, dan setelah menyangsi anak sangat keras, sehari kemudian diberi pengertian.

3.      Menghidupkan Kreativitas setiap pelajar, minimal seumur hidup setiap pelajar menghasilkan 3 karya.

4.      Meluluskan seluruh siswa atau lulus 100%. Untuk mengatasi penurunan jumlah siswa setiap kelas, perlu langkah-langkah; mendatangi keluarga yang anaknya berhenti atau pindah, melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, pertemuan rutin setiap bulan sekali dengan orang tua para pelajar.

5.      Kesejahteraan guru ditingkatkan dan memberikan insentif pada guru-guru yang berprestasi

6.      Komunikasi yang baik dengan orang tua, perlu ditekankan; pada saat sekarang, jika ingin setiap anak sukses, maka 50% peran guru dan 50% peran orang tua, mereka harus saling berkomunikasi, memberi saran dan saling mengisi.

7.      Setiap keluhan/kritik menjadi bahan introspeksi diri, jika kritikan benar lakukan perbaikan, jika kritikan salah, maka bersabar dan tersenyumlah.

8.      Memiliki guru BP yang berperan aktif menangani anak-anak bermasalah dan mengalami kesulitan belajar

9.      Membimbing pelajar supaya; belajar 10 menit setelah pulang sekolah dan bangun tidur, mematikan televisi dari Magrib ke Isya’ dengan mengisinya untuk mengaji atau belajar, belajar setiap hari di rumah selama 1 jam (setelah Isya’ atau shalat Subuh). Perlu bekerja sama dengan orang tua.

10.  Menulsi kata-kata menarik di sekitar dinding sekolah yang dapat merangsang pelajar untuk berhasil, contoh;

KESUKSESAN AKAN DATANG SETELAH KERJA KERAS DAN CERDAS

JIKA ANDA INGIN MENJADI SISWA TELADAN, MAKA HARUS RAJIN BERLAJAR DAN MENJADI ANAK BAIK

KEMALASAN PANGKAL KEGAGALAN DAN KEMISKINAN

ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA DENGAN SEBAIK-BAIK CIPTAAN

SETIAP ANAK CERDAS DAN PINTAR, BUKTIKAN SENDIRI!

UNTUK MENDAPATKAN BAROKAH GURU, SETIAP PELAJAR HARUS MENGHORMATI MEREKA

CINTAI SEMUA PELAJARAN DAN GURU, BELAJAR JADI MUDAH

BELAJAR SUNGGUH ASYIK, LHO!

SAYA MENYESAL JIKA TIDAK MASUK SEKOLAH WALAU HANYA SEHARI

Lifelong Education (Belajar seumur hidup)

Learning For Living (Belajar untuk hidup)

INGAT! INGAT! INGAT!  

BELAJAR SENDIRI 1 JAM TIAP HARI DI RUMAH,

MEMBACA BUKU 10 MENIT SEPULANG SEKOLAH/BANGUN TIDUR

MATIKAN TELEVISI DARI MAGRIB KE ISYA’; MENGAJI ATAU BELAJAR

Kesimpulan

            Tulisan ini dibuat karena kegelisahan penulis terhadap mahalnya biaya sekolah dengan kualitas minim. Maka diharapkan SD Islam memberikan teladan sebagai Sekolah Unggulan dengan Bayaran Standar, jika bisa Murah semurahnya, bahkan gratis bagi anak miskin atau yatim/piatu. Tugas pendidikan ialah mencetak Sumber Daya Manusia berkualitas demi kesuksesan di dunia dan akhirat. Semoga pihak SD Islam mampu menerapkan apa yang ada di tulisan ini dan berhasil menjadi Sekolah Unggulan pada masa mendatang. Amien!

Depok, 30 Agustus 2008

 

* Penulis Buku Berniaga Dengan Iman, Kiat-Kiat Agamis Menjadi Saudagar Sukses Novel; Bidadari Posmodern, buku “BELAJAR OTODIDAK SAMPAI MATI, Pembelajaran Seumur Hidup Sebagai Kebutuhan Mendesak Saat Ini!” (belum terbit) yang merupakan edisi revisi dari buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”  2007, Ka Tulis Tiwa Press Jakarta, yang bisa Anda beli langsung pada penulis, hubungi (08176956688) Segera terbit Learning For Living (LFL); 3 LANGKAH SEDERHANA MENUJU KESUKSESAN. Kini menjadi Trainer Pelatihan Learning For Living (LFL) untuk Pelajar, Mahasiswa dan Umum tentang Belajar Otodidak, Wira Usaha Islam dan Mukmin Sejati. Blog  ; www. sampenulis.wordpress.com,Email; sam_penulis@yahoo.com, otodidaktor@yahoo.co.id

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 1, 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: