RSS

Bertobatlah, wahai sobat!

04 Sep

 

Tulisan sederhana ini bukan menyodorkan fatwa atau petunju-petunjuk agar bertobat, melainkan hanya beberapa kisah tentang Tobat! Baca, selami, pahami dan laksanakan!

“Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kalian yang telah membunuh 99 orang, lalu ia bertanya tentang seorang yang paling mengerti agama. Ditunjukkanlah pada seorang pendeta, ketika sampai orang yang mengantarnya berkata, ‘wahai pendeta, orang ini telah membunuh 99 orang, apakah mungkin bagiNya untuk bertobat?’ Pendeta itu berkata, ‘tidak mungkin!’ maka pendeta itu dibunuh sampai genap 100 orang. Kemudian ditunjuki pada orang alim ‘wahai orang alim, orang ini telah membunuh 100 orang, apakah mungkin bagiNya untuk bertobat?’ orang alim itu berkata, ‘Mungkin, tidak ada yang menghalangi tobat hamba kepada Tuhannya. Lalu orang alim memberikan arahan, ‘Pergilah ke tempat itu, di sana penduduknya menyembah Allah, beribadahlah bersama mereka. Dan jangan kembali ke tempat asalmu karena itu merupakan tempat penuh kemaksiatan.’ Lalu pergilah laki-laki itu ke tempat yang diberitahu orang alim tadi. Ketika di perjalanan laki-laki itu meninggal dunia. Terjadilah perdebatan antara Malaikat Rahmat dengan Malaikat Adzab, Malaikat Rahmat berkata, ‘Orang ini datang untuk bertobat’ Malaikat Adzab menjawab, ‘Akan tetapi ia belum melakukan kebaikan sama sekali.’ Maka datanglah Malaikat yang berwujud sebagai manusia, yang berdiri sebagai penengah dan berkata, ‘Ukurlah jarak antara tempat tujuannya dengan tempat dia berasal, mana yang paling dekat itulah yang menentukannya.’ Ketika diukur, ternyata jarak tempat yang dituju lebih dekat dari tempat ia berasal, lalu Malaikat rahmat membawanya. (HR Bukhari Muslim) Dalam riwayat lain “Perbedaan jarak antara keduanya hanya sejengkal.” Riwayat lain menyebutkan “Allah memerintahkan tanah yang ia berasal untuk menjauh dan tanah yang tujuannya mendekat, lalu memerintahkan Malaikat untuk berkata, ‘Ukurlah mana yang paling dekat.’ Ketika diukur, tempat tujuannya lebih dekat sejengkal, maka dosa-dosanya diampuni Allah.
Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, ketika menjelang
wafatnya Abu Musa pernah berkata: "Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti."

Ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan.

Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga
diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan berzina selama tujuh hari
Lalu lelaki itu bertobat. Sewaktu melakukan perjalanan dia berteduh bersama pengemis berjumlah 9 orang, tapi waktu itu hanya ada sembilan potong roti, berarti 1 pengemis tidak mendapatkannya. Lelaki itu mengambil roti jatahnya dan memberikannya kepada pengemis yang tidak kebagian. Keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal  dunia.

 Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam, ternyata amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sepotong roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat membutuhkannya, ternyata amal sebuah roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu.

Kepada anaknya Abu Musa berkata: "Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sepotong roti itu!"

Sebaliknya, ada orang yang sombong dengan ibadah, ketaatan pada Allah, dan merasa paling mulia di dunia, lalu Allah mengujinya dengan wanita, dia mampu menolak, mengujinya dengan berjudi dia mampu menolak, tapi dengan ujian alkohol atau khamr dia akhirnya meminumnya, kemudian dia berjudi dan berzina dengan wanita tersebut, setelah itu Allah mencabut nyawanya. Ini contoh su’ul khatimah karena kesombongannya merasa sok suci.

Saya pribadi pernah juga bergelimang dosa; sombong dengan ilmu, suka berbohong, suka mengakalkan segala sesuatu, meremehkan dan melalaikan ibadah sholat lima waktu, serta dosa-dosa lainnya. Lalu Allah menunjukkan kebesaranNya dengan dua peristiwa dasyat dalam hidup saya;

1.      Saya dalam keadaan sekarat hampir meninggal dunia, di samping saya di Unit Gawat Darurat di rumah sakit, ada pasien yang baru saja meninggal dunia. Dengan meneteskan air mata saya berdoa “Ya, Allah! Jika hidup saya bermanfaat, panjangkan umur saya. Jika tidak, cabut sekarang juga!” Tapi Allah justru memanjangkan umur saya.

2.      Saya masih bandel, lalu datanglah mimpi dasyat itu, seumur hidup tidak akan saya lupakan. Saya mati, lalu dibawa dengan keranda mayat ke Kubur, setelah dikubut, datanglah dua Malaikat dengan membawa dua Godam yang besar langsung menyiksa saya sekeras-kerasnya tanpa ampun. Saya bangun dari tidur; dada bergemuruh keras, bayang-bayang mimpi itu nyata, saya melihat sekeliling apakah saya sudah mati atau masih hidup. Alhamdulillah, saya masih hidup sampai sekarang.

3.      Semenjak itu, saya bunuh Zamhari yang dulu, lalu menghidupkan sosok baru bernama Ahmad Zamhari Hasan. Ketika saya mau bandel, maksiat dan berbuat salah, saya selalu mengingat nama Ahmad di depan saya karena merupakan nama kecil Nabi Muhammad SAW.

Dengan semua kisah di atas, maka tobatlah wahai kawan, ikwan, ikhwah, dan siapa saja yang sampai saat ini bergelimang dosa tanpa mau keluar darinya. Bertobatlah! Mumpung belum terlambat, jika terlambat, Anda akan menyesalinya dan mendapat Adzab Allah yang luar biasa sangat dasyat sekali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 4, 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: