RSS

Kiat Mengajar Yang Efektif

04 Sep

Panduan Bagi Para Guru dan Ustads *

 

Kiat Mengajar dengan Efektif:

  1. Menciptakan Kondisi yang benar

          Orkestrasikan lingkungan; tidak bisa dibayangkan anak usia tiga tahun belajar di dalam kelas sepanjang hari, mustahil. Anak belajar dari bermain, berayun, bergurau dengan teman. Sayangnya pendidikan sekarang menciptakan lingkungan yang membosankan; hanya duduk manis di dalam kelas. Mereka tidak dikondisikan untuk mengeksploirasi, berdiskusi sederhana, bertanya atau berpatisipasi.

          Menciptakan suasana yang kondusif bagi guru dan murid; menciptakan sebuah iklim yang menyenangkan. Mendatangkan tamu yang mengejutkan, melakukan perjalanan misteri, kunjungan lapangan, program spontan yang menarik, disamping membaca, menulis dan diskusi.

          Melakukan aktivitas semenjak dini; hal-hal yang harus dilakukan siswa berkaitan dengan penciptaan suasana kondusif. Ruangan penuh warna, poster dan menarik membuat menstimulasi pelajar visual, musik akan menyentuh pelajar auditurial, dan berbagai kegiatan fisik atau gerakan menarik perhatian pelajar kinestik. Variasi di antara ketiga aktivitas akan membuat tiga otak diaktifkan; otak pemikiran, otak perasaan, dan otak tindakan.

          Melakukan aktivitas lain seperti; duduk berpasangan dengan orang yang belum dikenal, selama satu menit menceritakan pengalaman yang paling menarik, saling memijat otot leher atau bahu untuk relaksasi, dan bersama-sama mengucapkan Belajar di sekolah harus ditunjang dengan belajar di rumah.

          Mengukuhkan dan memfokuskan. Menurut Eric Jensen dalam buku Super Teaching; tiga unsur yang mempengaruhi proses belajar adalah keadaan, strategi dan isi. Keadaan menciptakan suasan yang tepat untuk belajar, strategi menunjukan gaya atau cara penyajian yang benar, dan isi adalah topik pelajaran yang diajarkan. Pelajaran yang baik, bila ketiganya diterapkan seorang guru dalam mengajar suatu mata pelajaran.

          Memahami gelombang otak kanan manusia; panjang gelombang otak berguna untuk tidur lelap, yang lain berguna untuk inspirasi, saat terjaga dari tidur dan menjalani kehidupan sehari-hari, dan frekwensi yang berguna untuk pembelajaran yang relaks dan efektif; kondisi alfa.

          Menentukan hasil dan sasaran; ambak (apa manfaatnya bagiku?)

          Memvisualisasikan tujuan yang ingin dicapai

          Menganggap kesalahan sebagai umpan balik

  1. Presentasi (penyajian) yang benar

          Mendapatkan gambaran menyeluruh dulu sebelum pada detail penjelasan Bersikap positif dalam memandang segala hal. Aset Paling berharga (dalam belajar) yang anda miliki adalah sikap positif. Bobbi DePorter

          Menggunakan semua gaya belajar dan semua ragam kecerdasan. Mengetes kemampuan siswa dengan empat balon; balon merah (kreativitas) biasanya terbuka, berpikir alternatif, mencurahkan gagasan dan visioner, balon biru (komunikasi) menulis, berbicara, mendengarkan dan visualisasi, balon kuning (administrasi) finansial, terstruktur, logis dan runut, balon hijau (organisasi) pemimpin, penyederhana, pendelegasi, dan pemula mandiri.

          Gambarlah, buatlah peta pikiran dan visualisasikan. Pelajaran akan diserap dengan mudah apabila dilihat, didengarkan dan dirasakan siswa secara langsung, maka guru harus memanfaatkan semua peralatan yang dimiliki agar siswa benar-benar paham. Untuk mempelajari sesuatu dengan cepat dan efektif, Anda harus melihatnya, mendengarnya, dan merasakannya Tony Stockwel.

          Menggunakan konser musik aktif dan pasif. Menurut Lazanov, setiap orang memiliki keadaan belajar optimum sendiri. Keadaan ini ditandai dengan; detak jantung, kecepatan panas, gelombang otak menjadi berirama sinkron dan tubuh menjadi relaks, tetapi pikiran terkonsentrasi dan siap menerima informasi (pelajaran) baru. Inilah pentingnya musik untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga mudah ditangkap atau dipahami siswa. Musik mengurangi stres, meredakan ketegangan, meningkatkan energi dan memperbesar daya ingat. Musik menjadikan orang lebih cerdas Jeanete Vos. Sebelum memainkan musik murid menarik nafas dalam-dalam dulu.

  1. Meruntuhkan tembok mental dalam belajar. Menurut Lazanov ada tiga tembok mental dalam belajar; pertama; kritis-logis (sekolah tidak mudah. Mana mungkin mungkin belajar menyenangkan dan mudah?) kedua; intiutif-emosional (Saya ini bodoh. Jadi saya pasti tidak bisa melakukannya) ketiga; kritis-moral (Belajar itu kerja keras. Jadi harus menundukkan kepala)
  2. Pikirkan

          Berpikirlah kreatif. Pikiran bukan sebuah wadah untuk diisi, melainkan api yang harus dinyalakan Plutarch

          Berpikirkalah kritis –konseptual, analitis dan reflektif

          Lakukan pemecahan masalah secara kreatif

          Gunakan teknik memori tingkat tinggi untuk menyimpan informasi secara permanen. Guru yang baik membuat permainan berpikir dan permainan permainan pemikiran sekaligus melakukan perubahan  suasana. Sekali lagi tentang pentingnya musik dalam belajar.

          Berpikirlah tentang pikiran anda. Karena otak tak bisa memperhatikan semua hal … pelajaran yang tak menarik, membosankan, pastilah tidak akan diingat Launa Ellison.

  1. Ekspresikan

          Proses ini merupakan upaya mengaktifan otak dan memperkuat proses pembelajaran yang dilakukan. Contoh dalam pengajaran bahasa; permainan kosa kata yang telah diserap siswa dalam bentuk cerita sederhana, dan puisi. Komponen paling kaya dari satu kursus belajar kami adalah fase pengaktifan. Ini memerlukan waktu 75 hingga 80% waktu yang dihabiskan;, kami bermain papan, permainan kartu (dirancang khusus), kami bermain dengan bola, kami bermain dengan boneka kertas, kami bermain dengan kusi dan musik, kami bermain dengan kertas berpola. Mirip yang anda beli di toko permainan, tapi ini diadaptasi untuk membuat belajar lebih menyenangkan.

          Menciptakan permainan, lakon pendek, diskusi, sandiwara –untuk melayani semua gaya belajar dan semua ragam kecerdasan

  1. Praktekkan

          Gunakan yang telah diperoleh dari sekolah atau membaca

          Lakukan sekarang juga, tidak boleh menunda-nunda aktifitas atau pekerjaan.

          Ubahlah murid menjadi guru; murid berpasangan atau berkempok, satu-saru menjelaskan poin-poin penting yang telah dikuasai.

          Kombinasikan dengan pengetahuan yang anda miliki untuk menyempurnakan pemahaman murid.

  1. Tinjau, Evaluasi dan Rayakan

          Sadarilah apa yang anda ketahui. Banyak pelajar yang tidak tahu apa yang mereka ketahui, maka perlu mengingatkan kembali poin-poin penting apa yang telah mereka ketahui atau melakukan permainan kesadaran.

          Ealuasi diri; setiap siswa melihat pada dirinya apa yang telah diperoleh, ini merupakan proses belajar lebih tinggi; rekleksi, analisis, sintesis dan menilai.  Dilanjutkan valuasi  teman sebaya dan guru.

          Lakukan evaluasi berkelanjutan.

Sekolah harus menjadi ajang kegiatan yang paling menyenangkan di setiap kota Peter Kline, pakar sistem belajar cepat AS.

 

 


 

*  Penulis Buku Berniaga Dengan Iman, Kiat-Kiat Agamis Menjadi Saudagar Sukses Novel; Bidadari Posmodern, buku “BELAJAR OTODIDAK SAMPAI MATI, Pembelajaran Seumur Hidup Sebagai Kebutuhan Mendesak Saat Ini!” (belum terbit) yang merupakan edisi revisi dari buku “Mau Kuliah Alternatif? BELAJAR OTODIDAK, Dong!”  2007, Ka Tulis Tiwa Press Jakarta, yang bisa Anda beli langsung pada penulis, hubungi (08176956688) Segera terbit buku Pelatihan Learning For Living (LFL); 3 LANGKAH SEDERHANA MENUJU KESUKSESAN. Kini menjadi Trainer Pelatihan LFL untuk Pelajar, Mahasiswa dan Umum tentang Belajar Otodidak, Wira Usaha Islam dan Mukmin Sejati, bagi sekolah, pesantren atau Perguruan Tinggi yang tertarik, hubungi; Blog  ; www. sampenulis.wordpress.com, Email;sam_penulis@yahoo.com, otodidaktor@yahoo.co.id. (08176956688)

* Pembacaan kreatif dari Buku Learning Revolution, karya Gordon Dryden & Jeannete Vos

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 4, 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: