RSS

Tes Gaya Belajar dan Kecerdasan Berganda!


Isilah Kedua bentuk Tes Berikut ini, maka Andak akan Yakin dengan Kecerdasan Anda.

Lihat juga judul tips sukses dalam belajar dan Belajar yang efektif

Manfaat memahami berbagai Gaya Belajar dan Kecerdasan Berganda adalah:

  1. Untuk dapat belajar dengan mudah, dan memudahkan Anda menerapkan prinsip BO seumur hidup, sebab telah mengetahui cara yang paling efektif dan mudah.
  2. Untuk mengendalikan hidup Anda. Semua orang memiliki gaya unik, menurut Dr. Robert Sternberg sebagai gaya mengatur. “Cara yang disukai siswa dalam menggunakan kecerdasan mereka,” katanya “sama pentingnya dengan kumpulan kecerdasan itu sendiri.” Sebenarnya semua orang perlu mengatur aktivitasnya sendiri. Dan dalam melakukannya, mereka akan memiliki gaya pengaturan diri yang membuat mereka nyaman. Otak, perasaan dan hati mengendalikan aktivitas seperti pemerintah; legislatif (menciptakan, menfungsikan, membayangkan dan merencanakan), ekskutif (penerapan dan tindakan) yudikatif (penilaian, evaluasi dan perbandingan). Pemerintah mental ini melibatkan ketiga fungsi, setiap orang memiliki salah satu yang dominan.
  3. Untuk guru dan orang tua; mereka bisa memahami bermacam-macam Gaya Belajar dan Kecerdasan Berganda yang dimiliki anak didik atau anaknya, sehingga bisa melayani semua perbedaan yang ada sesuai kebutuhan. Bagi orang tua bisa menghilangkan kasih sayang berlebihan pada salah satu anak karena ternyata mereka semua berpotensi atau memiliki kecerdasan berbeda sesuai dengan gaya masing-masing, hanya masalahnya belum dioptimalkan.
  4. Bagi yang menekuni suatu profesi tertentu, menguasai kecerdasan berganda akan membantu menangani kesulitan-kesulitan yang dihadapi saat menekuni pekerjaan, sebab diri telah memahami kecerdasan berganda yang dimiliki.
  5. Bagi yang berwirausaha, hal ini membantu memudahkan mereka untuk menemukan gaya uniknya dalam bekerja, memberikan cara yang tepat menangani masalah-masalah yang timbul, menumbuhkan kreativitas, inovasi dan terobosan baru yang dibutuhkan.
  6. Yakin bahwa setiap orang cerdas.

Hal di atas membuktikan firman Allah “Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS At Tin; 4)

Metode Mengetahui Gaya Belajar

Lingkari atau silang satu huruf di antara a, b, dan c yang cocok bagi Anda;

kepribadian, minat atau kesenangan, prilaku dan keinginan.

1. a) Duduk tegak saat membaca buku

b) Sering mengangguk-anggukkan kepala sambil membaca

c) Suka mempermainkan fulpen/kertas dan menggerakkan kaki sambil membaca

2. a) Menjalankan bisnis atas dasar hubungan personal antar wajah

b) Suka menjalankan bisnis melalui telepon/Hp

c) Suka melakukan urusan seraya mengerjakan sesuatu, jalan-jalan saat bermain golf

3. a) Melihat lurus ke depan atau memandang ke pendidik

b) Melihat ke kiri dan ke kanan atau ke bawah saat pembelajaran.

c) Seorang yang melihat ke kanan (padahal bukan kidal) keatas saat pembelajaran

4. a) Jika berbicara cepat

b) Berbicara dengan suara yang berirama

c) Berbicara dengan lambat atau terpatah-patah.

5. a) punya ingatan visual yang bagus -ingat sesuatu walau beberapa hari lalu.

b) menghapal kata-kata atau gagasan yang pernah diucapkan

c) ingat lebih baik menggunakan alat bantu belajar/teknologi

6. a) Tidak merasa bosan duduk lama mendengarkan materi pembelajaran

b) Senang belajar di ruangan

c) Merasa bosan duduk lama dan senang belajar di luar.

7.a)senang membaca buku

b) Senang bertanya

c) Senang belajar secara langsung

8. a) suka mengisi TTS, menonton film di bioskop

b) suka mendengarkan radio, drama dan debat

c) menyukai kegiatan sosial maupun olahraga, seperti menari dan lintas alam.

9. a) selera berpakaian penuh gaya

b) selera berpakaian yang penting merk

c) selera berpakaian sederhana

10 .a) menyatakan emosi dengan ekspresi muka

b) mengungkapkan emosi secara verbal melalui perubahan nada bicara/vokal

c) mengungkapkan emosi melalui gerak tubuh

11. a) aktivitas kreatif; menulis, menggambar dan melukis

b) aktivitas kreatif; berdongeng, bermain musik, menyanyi,berdebat dan berfilosofi

c) aktivitas kreatif; kerajinan tangan, berkebun, menari dan olah raga

12. a) saat diam suka melamun atau menatap ke angkasa

b) saat diam suka bercakap-cakap dengan dirinya sendiri

c) dalam keadaan diam selalu merasa gelisah, tidak bisa duduk tenang

Setelah menjawab, coba dihitung mana yang terbanyak jawaban

  1. Kalau jawabannya banyak a) berarti Anda Pembelajar Visual.
  2. Kalau jawabannya banyak b) berarti Anda Pembelajar Auditori
  3. Kalau jawabannya banyak c) berarti Anda Pembelajar Kinestetik
  4. Anda dapat memanfaatkan semua Gaya Belajar di atas, jika telah mampu mempraktikkan satu Gaya Belajar yang sesuai.

Setiap orang memiliki gaya unik masing-masing individu. Dalam berbagai penelitian di Barat ditemukan 3 Gaya Belajar yakni Visual, Auditori dan Kinestetik (VAK). Anda pahami dulu ketiganya, lalu temukan Gaya Belajar yang cocok dengan diri Anda dengan mengisi Tes Metode Mengetahui Gaya Belajar, insya Allah Anda memahami apa yang dimaksud Belajar Bagaimana Belajar (BBB) seperti yang diharapkan Luis Alberto Machado, Ph.D.

 

Gaya Belajar Unik Masing-Masing Individu (VAK)

Pembelajar Visual ; Memiliki indera mata yang kuat. Beberapa tips untuk Anda;

  1. Memperhatikan dengan seksama proses pembelajaran,
  2. Membuat kesimpulan buku dengan menggunakan cara dan bahasa sendiri
  3. Membuat kata kunci sepert VAK (Visual, Auditori dan Kinestetik), penjelasan maksud diingat dan disampaikan kembali pada orang lain
  4. Berlatih berbicara sendirian dan di depan umum
  5. Perlu memanfaatkan waktu kosong dengan merenungkan sesuatu, membaca, menulis, dan menggambar.
  6. Kata Kunci; Melihat, Membaca dan Berbicara.

Pembelajar Auditori; Memiliki indera pendengaran yang tajam. Beberapa tips untuk Anda;

  1. Merekam kesimpulan setiap pelajaran di tape atau Hp, lalu mendengarkan hasil rekaman saat belajar sendiri.
  2. Perlu merangsang diri untuk banyak bertanya,
  3. Berbicara pada diri sendiri dan bermain drama.
  4. Memperdalam suatu bidang ilmu sesuai minat dan kesenangannya, ketika sampai pada titik ini, maka semangat belajar membara dan motivasi meningkat.
  5. Mengisi waktu kosong dengan berdongeng/bercerita pada orang lain, bermain musik, bernyanyi, berdebat dan berfilosofi (mengungkapkan kalimat-kalimat penuh makna),
  6. Kata Kunci Membaca yang disukai, Menderngar dan Bertanya.

Pembelajar Kinestetik: Memiliki tubuh yang penuh potensi. Beberapa tips untuk Anda;

  1. Membaca buku di tempat terbuka,
  2. Paling baik belajar dengan tindakan fisik dan mengetahui secara langsung lewat pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Belajar sambil menggerak-gerakkan kaki/tangan.
  4. Fokus pada buku yang dipelajari selama 7 menit, lalu jalan-jalan sambil mencerna yang dibaca, begitu terus sampai waktu 1 jam belajar tiap hari selesai.
  5. Menggunakan waktu kosong untuk; membuat kerajinan tangan, berkebun, merawat tanaman, olah raga, dan memperbaiki barang yang rusak (teknik).
  6. Kata kunci Membaca sambil bergerak, Praktik dan Kreativitas fisik.

“Lingkungan yang positif dan kaya emosional bukan barang mewah tetapi sungguh merupakan kebutuhan untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik pada abad 21,” Dr. Koburo Nabayasyi

Memahami Kecerdasan Berganda

Lingkari atau silang dua kolom (a,b,c,d,e,f,g,h,i,j ), misalnya a) dan g) yang cocok bagi Anda; kepribadian, pemikiran, prilaku, minat, kesenangan dan keinginan.

1. a) suka membaca buku

b) suka berhitung

c) suka seni, menggambar atau memahat

d) suka menyanyi

e) suka melakukan olahraga fisik

f) suka bekerja sama

g) senang melihat sisi batiniah manusia

h) memelihara sendiri binatang peliharaan

i) belajar dari  buku lebih mudah dari pada melalui orang lain

j) senang membaca Al-Qur’an

2. a) sensitif (peka) terhadap pola

b) suka pada ketepatan

c) menggunakan metavora (perbandingan)

d) sensitif terhadap nada

e) memiliki kontrol terhadap obyek/sasaran

f) pintar berhubungan dengan orang lain

g) selalu melakukan penilaian terhadap diri sendiri

h) dapat mengenali dan menamai pohon, tumbuhan, dan bunga yang berbeda

i) memiliki ego yang tinggi

j) suka mempelajari sejarah para Nabi atau Ulama’

3. a) berpikir  sistematis  (runut atau teratur)

b) suka berpikir  abstrak

c) berpikir dengan gambar

d) sensitif terhadap warna nada musik

e) berpikir mekanik ( seperti  putaran mesin )

f) mampu membaca maksud hati orang lain

g) memiliki intuisi  yang kuat

h) menyukai pengetahuan tentang tubuh bekerja dan kesehatan

i) berpikir radikal

j) berpikir melingkar

4. a) mampu berargumentasi (berpendapat dengan alasan kuat)

b) menyukai keadaan yang teratur

c) mudah membaca peta, grafik dan diagram

d) sensitif terhadap kekuatan emosi musik

e) belajar dengan bergerak lebih menyenangkan

f) menikmati berada di tengah-tengah orang banyak

g) memiliki kesadaran terhadap kemampuan diri

h) suka bertani atau memancing

i) menyukai keadaan yang tidak teratur

j) memahami  tanda-tanda dari fenomena alam

5. a) teratur dalam melakukan berbagai hal

b) suka berpikir logis (masuk akal)

c) memiliki indera warna yang hebat

d) sensitif (peka) terhadap susunan musik yang rumit

e) memiliki respon dan reflek yang bagus

f) memiliki banyak teman

g) peduli pada tujuan hidup

h) senang bekerja di kebun atau halaman rumah

i) memiliki insting (naluri yang alami) yang bagus

j) memiliki indera keenam yang bersifat spiritual

6. a) Memiliki kemampuan menulis

b) sangat suka pada komputer

c) mengingat berdasarkan gambar lebih mudah

d) mampu membuat lirik/syair/puisi

e) mahir dalam kerajinan tangan

f) mampu berkomunikasi dengan baik

g) memiliki motivasi diri yang tinggi

h) berminat pada masalah sosial dan motivasi manusia

i) senang belajar pada hal-hal kecil dan sepele

j) senang shalat dan berdzikir (baik sendiri atau bersama)

7. a) mengeja dengan mudah

b) suka memecahkan masalah

c) menggunakan semua indera untuk membayangkan sesuatu

d) sensitif terhadap irama musik

e) belajar dengan melibatkan diri dalam proses belajar

f) menikmati kegiatan bersama

g) ingin berbeda dari orang kebanyakan

h) senang informasi tentang jagad raya dan bumi

i) mampu melihat makna sesuatu dari sudut yang berbeda

j) suka berkomunikasi dengan hati nurani

8. a) suka permaianan kata-kata

b) senang melakukan percobaan-percobaan

c) menghasilkan citra mental

d) terkadang suka pada suatu kekuatan di luar dirinya

e) gampang mengingat yang dilakukan bukan yang dikatakan

f) mampu bernegoisasi (tawar menawar)

g) amat sadar pada kekuatan dan kelemahan diri

h) menyenangi isu pemanasan global

i) senang mengajar atau membantu orang dengan ilmu

j) menjadi orang yang paling bermanfaat sebagai prinsip hidup

9. a) punya ingatan tajam tentang hal-hal sepele

b) suka mencatat secara teratur

c) suka menonton film atau drama

d) menyenangi alat musik tertentu (gitar, suling atau gendang)

e) resah jika tidak melakukan apa-apa

f)  suka menengahi pertengkaran

g) sadar diri

h) suka pada lingkungan asri

i) senang mempelopori hal-hal baru dan gila

j) melakukan segala sesuatu karena mengharap ridha Allah

10 a) senang belajar bahasa

b) senang belajar matematika

c) senang belajar melukis

d) senang belajar seni musik

e) senang belajar ilmu terapan

f) senang belajar ilmu sosial

g) senang belajar ilmu humaniora

h) senang belajar ilmu alam

i)  senang belajar sendiri

j)  senang belajar ilmu agama

Sekarang hitung berapa jumlah masing masing kolom

a)         ……… Kecerdasan Linguistik

b)        ……..  Kecerdasan Matematis Logis

c)        ……..  Kecerdasan Visual Spasial

d)        ……..  Kecerdasan Musikal

e)        ……..  Kecerdasan Kinestetis

f)         …….. Kecerdasan Interpesonal

g)       ……..   Kecerdasan Intrapersonal

h)       ……..  Kecerdasan Naturalis

i)        ……..  Kecerdasan Otodidaktor

j)        ……..  Kecerdasan Spritual

Cara Menemukan dan Mengembangkan 10 Kecerdasan Berganda

Menurut Howord Gardner terdapat 8 Kecerdasan Berganda (Multiple Intelegences) Versi Howard Gardner, sedang penulis yang sudah melakukan penelitian sederhana terhadap 1000 orang lebih selama 2 tahun menemukan 2 kecerdasan tambahan yakni Kecerdasan Otodidaktor dan Kecerdasan Spritualitas, jadilah 10 Kecerdasan Berganda. Untuk mampu menaklukkan Abad 21 Anda harus mampu mengembangkan minimal 4 Kecerdasan Berganda yang dimiliki. Berikut ini uraian 10 Kecerdasan Berganda yang disertai dengan metode mengetahuinya!

  1. Kecerdasan Linguistik (Kemampuan Mengeksplorasi Bahasa), yang harus Anda lakukan ialah; bercerita, bermain permainan ingatan dengan nama, membaca dan menulis cerita, melakukan permainan kosa kata, mengerjakan teka-teki, padukan membaca dan menulis, menulis dengan kata-kata sendiri, berdebat, berdiskusi dan berceramah atau pidato. (Hamka, Hatta, Ibnu Taimiyah)
  2. Kecerdasan Matematis Logis (Kemampuan Berhitung dan Bermain logika), yang harus Anda lakukan ialah; rangsang dengan pemecahan masalah, lakukan permainan berhitung dengan komputer atau kalkulator, gunakan logika (akal sehat/pikiran), miliki tempat untuk menghimpun semua hal, biarkan segala sesuatu diselesaikan secara bertahab, dan padukan kemampuan menghitung dengan materi lain. (Habibie, Enstein)
  3. Kecerdasan Visual Spasial (Kemampuan Visualisasi yang kuat), yang harus Anda lakukan ialah; gunakan gambar untuk belajar, membuat buku corat coret khusus, padukan seni menggambar dengan pelajaran lain, gunakan gambar di dinding sebagai perangsang, berpindah ruang untuk mendapatkan pandangan baru, gunakan grafik komputer, mengikuti kursus komputer desaign grafis, menggunakan peta konsep, sketsa, poster dan berlatih membuat iklan, drama atau video. (Dedy Mizwar, Affandi,George Wasington)
  4. Kecerdasan Musikal (Kemampuan Bermusik), yang harus Anda lakukan ialah; bermain alat musik, belajar lewat lagu, belajar diiringi musik lebih baik, bergabung dengan kelompok paduan suara, menulis nada musik, padukan musik dengan bidang lain, latihan menulis lirik atau puisi, menciptakan jenis musik tertentu, dan memanfaatkan komputer untuk mengembangkan kemampuan bermusik. (Iwan Fals, Bethhoven)
  5. Kecerdasan Kinestetik (Kemampuan Mengeksplorasi Tubuh) yang harus Anda lakukan ialah; gunakan latihan fisik sebagai upaya meningkatkan kecerdasan, gunakan gerak dalam belajar, dramatisasikan proses belajar, mempraktikkan apa yang dipelajari, melakukan kerajinan tangan, olah raga sebagai sarana memfokuskan diri, gunakan permainan peran dan pelajaran lapangan, menulis di buku harian atau catatan, sebaiknya belajar teknik. (Michael Schumacer, Valentino Rosi, Taufik Hidayat, Thomas Alva Edison)
  6. Kecerdasan Interpersonal (Kemampuan Berhubungan dengan Orang Lain), yang harus Anda lakukan ialah; lakukan aktivitas pembelajaran bersama, belajar kerja sama, memberi banyak waktu bersosialisasi, libatkan diri dalam organisasi, gunakan teknik belajar berpasangan, gunakan keterampilan berkomunikasi, padukan dengan semua mata pelajaran, jadikan proses belajar mengasyikkan, bekerja dengan tim, ajari orang lain, gunakan sebab akibat. (Amien Rais, Hermawan Kertajaya, Jack Ma)
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Kemampuan Mengeksplorasi diri), yang harus Anda lakukan ialah; lakukan pembicaraan dari hati ke hati, melakukkan pengembangan diri untuk mendobrak rintangan belajar, berpikir dan mendengarkan, lakukan studi mandiri, beri waktu merenungkan diri, dengarkan suara hati Anda dan diskusikan dengan teman, refleksikan apa yang dirasakan atau dipikirkan dalam tulisan, kontrol proses belajar, ajarkan bertanya dan ajarkan penguasaan diri. (Emha Ainun Nadjib, Frans Kafka)
  8. Kecerdasan Naturalis (Kemampuan Belajar dari Semesta); bertani atau berkebun sambil mencari cara-cara bercocok tanam yang baru, menangani secara langsung baru memahami rahasia dari sesuatu, belajar pada jagad raya, lingkungan dan bumi tentang bermacam-macam hal, menguasai tentang tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti pertanian organik, mengelola lingkungan yang hijau dan Asri, dan mencintai keindahan alam. (Bob Sadino, Fauzi Shaleh).
  9. Kecerdasan Otodidaktor (Kemampuan Belajar Sendiri), yang harus Anda lakukan ialah; belajar dari hal-hal kecil dan sederhana, membantu orang lain mendapatkan kemudahan dalam menyerap suatu makna dan hikmah, mengasah intuisi dengan melakukan kontemplasi (perenungan), mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, mempelopori sesuatu yang dianggap baru, senang membaca buku, pengalaman atau kenyataan, menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran dan melakukan kegiatan sosial. (Irwan Hidayat, D Zawawi Imron)
  10. Kecerdasan Spritual (Kemampuan Spritualitas), yang harus Anda lakukan ialah; melakukan introspeksi diri terhadap perjalanan hidup yang dijalani, membaca dan mendalami Al-Qu’an/Hadits sebagai sarana mendapatkan ilmu atau hikmah, mendekatkan diri pada Allah melalui dzikir dan ibadah supaya komunikasi berlangsung intensif, dan berupaya mengajar atau memberikan ceramah (KH. Idris Jauhari, Ilham Arifin, Ary Ginanjar Agustian)

Langkah Lanjutan:

1. Kuasai minimal 3 bahasa Arab, Inggris dan Indonesia; hapalkan 3 kosa kata tiap hari, letakkan dalam kalimat, gunakan dalam percakapan dan tulisan.

2.Tawakkal pada Allah; shalat jamaah, Dhuha, Tahajjud dan Hajat n berbuat baik pada siapa saja

3.Mengembangkan kecerdasan terbaik adalah dengan mengajar atau membantu orang lain menguasai suatu ilmu atau bidang studi.

Setiap orang sebenarnya memiliki banyak Kecerdasan Berganda melebihi yang disebutkan di atas, hanya untuk kesuksesan pembelajaran, peningkatan karier dan pekerjaan masa depan, perlu memfokuskan diri untuk mendalami satu atau dua Becerdasan Berganda saja dalam kurun waktu tertentu. Ahmad Zamhari Hasan

BAGAIMANA SETELAH UN?

Alhamdulillah Ujian Akhir Nasional sedang berlangsung, semoga berjalan lancar dan semua pesertanya dapat lulus dengan baik. Amin! Awalnya, saya menentang Ujian Nasional, namun berhubung kebijakan Diknas tetap menjalankannya, maka saya harus memiliki sikap berbeda yakni menyempurnakan system UN, bersikap benar setelah UN dan menyusun langkah baru demi masa depan.

Sistem UN harus senantiasa disempurnakan dan diperbaiki supaya dapat memberi andil yang besar terhadap kesuksesan anak-anak bangsa dalam berbagai sendi kehidupan yang dijalani. UN sebagai satu-satunya barometer kelulusan, kurang tepat, paling tidak UN menentukan 60% kelulusan pelajar, sedang 40% ditentukan sekolah dengan melihat perilaku keseharian, nilai harian dan kepribadian mereka (idealnya 50% dan 50%). Ini sebagai bentuk kompromi keputusan MA yang menginginkan supaya UN dihapus. Hal ini akan berakibat baik pada pelajar, sebab mereka tidak akan menganggap UN sebaga “Pembunuh Kejam Tanpa Perasaan,” bahkan dijadikan alasan untuk stress, depresi, atau bunuh diri (semoga hal ini tidak terjadi, baca tulisan saya dib log ini; JANGAN BUNUH DIRI).

Dalam memandang UN, para pelajar harus melihat bahwa targetnya “hanya” 55%, jika mereka menguasai 60% saja materi UN yang diujikan, pasti sudah lulus, mengapa hal ini harus ditakuti? Untuk mengatasi hal ini, seharusnya pelajar menyediakan waktu 2 jam tiap hari untuk belajar, bukan hanya belajar sepanjang hari dan malam saat ujian saja.

SETELAH UN

Setelah UN berbagai pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan bahu membahu guna melakukan penyempurnaan terus menerus demi mencetak generasi muda yang dapat berhasil dalam Akhir Zaman ini.

Pihak sekolah harus menyempurnakan system pembelajaran. Hasil ujian siswa dapat dijadikan ukuran kualitas seorang guru di sekolah. Dalam hal ini, para guru harus melakukan beberapa hal; mempersiapkan diri sebelum mengajar meski telah berpengalaman mengajar selama puluhan tahun, menerapkan metode-metode baru dalam pembelajaran seperti cara cepat belajar, belajar dalam keadaan fun (menyenangkan), pendidikan kontekstual, serta menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya. Sedang pihak sekolah; melengkapi sarana dan prasarana, melalukan evaluasi secara berkala, menyelenggarakan pelatihan Motavasi pada para guru dan pelajar, memberikan kesejahteraan yang layak pada guru, dan berusaha menjadikan sekolahnya bertitel unggulan atau memenuhi standar Nasional atau Internasional.

Sedangkan pada para pelajar, bagaimana bersikap setelah UN?

Pertama; menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Jika lulus Alhamdulillah, jika tidak lulus, ikuti saja ujian ulangan. Jadi tidak perlu stress, depresi dan bersedih berlebihan. Hidup tetap harus dijalani, baik lulus UN atau tidak.

Kedua; Introspeksi diri (merenung) terhadap hasil UN yang diraih, jika lulus UN, berupaya meningkatkan standar nilai dan berusaha menjadi yang terbaik, jika belum lulus belajar lebih giat setiap hari seumur hidup dan berusaha lebih keras di masa mendatang. Ada anak yang 2 tahun tidak naik kelas, justru saat terjun di tengah-tengah masyarakat, dia berhasil melebihi yang rengking 1 terus menerus.

Ketiga; Setelah berhasil lulus pun, tantangan di depan mata menghadang. Bagi yang lulus bingung mau kuliah apa dan dimana, bingung apa mau kuliah atau kerja, bingung mau kemana. Sesungguhnya yang lulus UN menghadapi masalah, demikian juga yang tidak lulus. Posisi sama saja. Bagi yang mampu kuliah, lanjutkan pendidikan setinggi-tingginya sesuai bidang ilmu yang ingin diperdalam dan disukai. Sedang yang tidak kuliah, dapat mengikuti Kuliah Alternatif Online (KAO) yang saya tawarkan secara gratis 100%. Bagi yang mau bekerja, langsunglah bekerja apa saja asal  halal, tidak perlu gengsi, merasa malu atau susah. Mudah mengatasi kebingungan bukan?

Keempat; bagi pelajar yang tidak dapat kuliah dengan alasan apa pun juga, teruslah belajar seumur hidup, bekerja sambil belajar dan isilah kehidupan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai waktu yang membunuh kita. Sekali lagi KAO dapat menjadi alternatif.

Kelima; inti pendidikan yang sesungguhnya ialah pembetukan kepribadian bermartabat, bermental baja, beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan, dan menjalani hidup yang lebih baik. Setelah UN, cobalah nilai keempat hal ini dalam diri masing-masing pelajar; sudahkan memiliki kepribadian bermartabat? Sudahkah memiliki mental baja atau semangat pantang menyerah? Sudahkah beradabtasi dengan baik terhadap kehidupan? Sudahkah berupaya dengan sungguh-sungguh guna menjalani hidup yang lebih baik? Jika belum, berarti lulus UN, tapi tidak lulus dalam kehidupan. Lho! Renungkanlah!

Keenam; disamping berhasil lulus UN sebagai salah satu barometer mampu mengembangkan kecerdasan Intelegentia, para pelajar harus mampu mengembangkan kecerdasan Spritual dan Emotional mereka. Hal ini harus diperhatikan dengan seksama oleh Lembaga Pendidikan. Kecerdasan spiritual ialah menjalankan rukun Islam; shahadat, shalat, puasa, zakat dan haji dengan penuh keyakinan tanpa keraguan. Sedang kecerdasan emotional ialah memiliki semangat pantang menyerah, mampu mencari jalan keluar terhadap masalah dan mengatasinya, bersikap benar sesuai situasi dan kondisi, dan dapat mengatur perasaan sesuai kebutuhan.

 

 

3 responses to “Tes Gaya Belajar dan Kecerdasan Berganda!

  1. JAKA

    Mei 13, 2010 at 3:07 pm

    AKU MAU TAU BAGAI MANA JIKA BERHITUNG CEPAT DAN MENG GUNAKAN PIKIRAN

     
  2. Andria Indriani

    April 5, 2012 at 11:44 am

    Saya mohon bantuannya… Saya sedang membuat skripsi tentang analisis kecerdasan berganda pada pembeajaran matematika siswa kelas VIII SMP. Tapi saya bingung bagaimana cara mengukur kecerdasan tersebut… Mohon sarannya…

     
    • Penulis Sam

      April 14, 2012 at 10:10 am

      Anda klik kolom kecerdasan berganda dan isilah, lalu kirim ke email saya di kontak direktur, anda juga dapat mempelajari akhir buku Cara belajar Otodidak karena penjelasan lengkapnya ada di sana.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: