RSS

Belajar dari Dunia Maya


 

Skill yang dapat dikuasai dengan mempelajari Buku Cara Belajar Otodidak:

Pertama: Memahami makna Belajar Otodidak (BO) adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk membaca, memahami, mengerti, dan mendalami sesuatu, dengan melakukannya sendiri. Prinsip utama dalam BO adalah belajar sendiri, meski dalam proses pembelajaran yang dilakukan terdapat unsur belajar pada orang lain, namun maknanya bukan seperti yang dimaksud belajar formal dengan dibimbing seorang guru atau dosen secara langsung di ruang kuliah.

Kedua: Memahami cara memaknai kata, memahami cara menafsirkan sesuatu dan cara melakukan tesis, anti tesis, dan sintesis.

Ketiga: Memahami Cara mengasah pikiran, berpikir kreatif dan kritis.

Keempat: Mampu memanfaatkan imajinasi dengan baik dan benar

Kelima: Bisa membuat keputusan dan menarik Kesimpulan dengan Benar

Keenam: Mengelola pengalaman sebaik-baiknya

Ketujuh: Menguasai cara Kreatif Membaca buku dan literature

Kedelapan: Mampu membaca perubahan, kehidupan dan semesta

Kesembilan: Menguasai skill menulis sastra, ilmiah dan tulisan lepas

Kesepuluh: Mampu menjalani kehidupan, tapi tetap belajar otodidak seumur hidup

Kesebelas: Mampu membaca dan memahami berbagai macam buku ilmu dengan belajar sendiri

 

Cara Belajar melalui Internet

Mengikuti Kuliah Online Gratis

  1. Klik Modzila, lalu ketik www.sampenulis.wordpress.com atau  klik judul yang Anda suka. Anda dapat mengikuti melalui Group Kuliah Online Gratis di facebook samhari hasan atau zamhari.hasan
  2. Berhubungan dengan saya melalui: twitter  Zamhari hasan, Facebook : samhari hasan atau zamhari.hasan. Email : samharihasan@gmail.com. Hp. 085235930884

Mencari Informasi di internet: Ensiklopedi: id.wikipedia.org

  1. Mesin pencari : google.com atau co.id (mau cari ilmu dan info apa saja bias)
  2. Buku gratis : duniadownload.com/buku-gratis atau http://www.rajaebookgratis.com/ download-buku-gratis-gramedia-terbaru-2014
  1. Belajar online di rumah belajar: http://belajar.kemdiknas.go.id/ http://ilmuberbagi.or.id/
  2. Belajar bahasa inggris: http://www.britishcouncil.or.id/bahasa-inggris/situs
  3. Belajar dan motivasi: http://www.pembelajar.com/
  4. Media Islam:

http://www.eramuslim.com/ media islam

www.islampos.com

http://muslim.or.id/

http://www.islamedia.co

http://media-islam.or.id/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan/

http://1001hadits.blogspot.com/ hadis shohih bukhori muslim

http://media-islam.or.id/  media islam

wibesite wira usaha

peluangusahakecil.co

http://www.hipmi.org/

http://www.kadin-indonesia.or.id/

http://www.detik.com klik finance, lalu pilih

http://www.viva.co.id klik bisnis

http://www.rumahwirausaha.com/

http://www.beasiswapascasarjana.com/ (info beasiswa)

wirausahamandiri.co.id/ peluang usaha

http://www.pertamina.

http://www.intipesan.co.id

http://ilmu-wirausaha.blogspot.com/ilmu wira usaha (bhs Ingris dan Indonesia)

dakwah:

http://imandanamalsoleh.blogspot.com/

https://totosmg.wordpress.com/

Rahasia Nancie Atwell, Guru Terbaik Dunia 2015

Nograhany Widhi K – detikNews. http://news.detik.com.

Jakarta – Pada Minggu (15/3/2015) lalu, senyum Nancie Atwell mengembang. Namanya disebutkan menjadi pemenang Global Teacher Prize di Dubai Uni Emirat Arab, yang baru pertama kali diadakan tahun ini. Atwell mengalahkan 9 finalis guru-guru terbaik dari seluruh dunia. Apa rahasia mengajar Atwell?

Padahal saat remaja dulu, Atwell (63) sama sekali tak berharap untuk menjadi guru bahkan untuk berkuliah sekalipun. Namun saat pertama kali mengajar, pada tahun 1973, Atwell saat itu merasa seperti di rumah.

Dia lantas mendirikan Center for Teaching and Learning (CTL) tahun 1990 yang berbasis di Edgecomb, Maine, Amerika Serikat (AS). Saat kebanyakan sekolah di AS itu mendorong murid-muridnya untuk mendapatkan nilai ujian yang tinggi, Atwell malah berpendapat bahwa penting bagi banyak lembaga pendidikan melihat kualitas pendidikan secara nyata daripada hanya mereduksinya menjadi sekedar angka-angka.

“Tolok ukur untuk mengukur prestasi guru, terutama di AS, saya rasa tidak akurat dan manusiawi. Saya ingin menjadi model untuk jenis guru yang otonom, kreatif dan bijaksana,” jelas Atwell seperti dikutip dari NPR yang ditulis, Jumat (20/3/2015).

Dia melihat penilaian pada siswa mengubah guru menjadi teknisi, yang hanya membaca skrip. Guru yang sebenarnya, harus kreatif untuk membuat kurikulum itu efektif pada setiap individu siswa.

Sekolah yang didirikan Atwell kini telah dikenal karena kelas kecil, hanya 16-18 siswa tiap kelas, bahkan TK hanya menerima 8-9 siswa. Kemudian sekolah ini menerapkan kurikulum berbasis riset dan pelatihan program guru yang bagus.

Dalam menjalankan sekolah ini, Atwell menyediakan perpustakaan di tiap kelas yang memiliki buku ratusan, bahkan ribuan buku. Dari situs CTL, c-t-l.org, disebutkan, dengan adanya perpustakaan di tiap kelas itu, sekolah mendorong siswanya untuk membaca setiap hari. Siswa dibebaskan memilih buku yang akan dibacanya sesuai minat, yang penting mesti ada buku untuk dibaca. Tak heran, untuk kelas 7 dan 8 di sekolah ini siswa bisa membaca hingga 40 buku per tahun

 

“Saya sangat terinspirasi oleh semua siswa-siswa saya, terutama kelas 7 dan kelas 8. Mereka sangat tidak terhambat, dan jika Anda meminta mereka melakukan sesuatu, mereka akan mengerjakannya dengan kepala dan hati,” tutur Atwell.

Apakah cuma membaca? Tidak. Ternyata, CTL juga mengadakan workshop menulis setiap hari. Siswa didorong mengembangkan topik mereka sendiri, menulis dalam berbagai genre, berdiskusi secara aktif dengan guru mengenai perkembangan ide-ide tulisannya hingga siswa itu mendapatkan pengakuan dengan menulis yang bagus.

Untuk pelajaran sains, seperti matematika, CTL mengajarkannya berbasis riset. Pula dalam pelajaran sejarah, sekolah Atwell juga mengajarkannya seakan-akan siswa adalah seorang peneliti konsep secara berpasangan mulai dari peradaban kuno, sistem, membangun negara, geologi/palaeontologi, imigrasi, AS abad ke 19 dan 20 hingga kehidupan masa kini. Ada fasilitas laboratorium sains, juga kunjungan lapangan, mendatangkan guru tamu dari para pakar, percobaan, proyek riset, kolaborasi dengan agen lingkungan dan institusi, juga mengeksplorasi seni.

Rapornya, menggunakan portofolio kemajuan setiap perkembangan individu siswa. Rapor ini dibahas oleh pertemuan guru-murid untuk memvisualisasikan tumbuh kembang para siswa hingga membantu merencanakan tujuan ke depannya.

Dengan sistem yang bagus, apakah biaya sekolahnya mahal? Ternyata, dikutip dari deseretnews.com, biaya sekolah ini per tahun mencapai US$ 9 ribu atau Rp 118 juta-an. Untuk ukuran sekolah swasta yang terletak di pantai timur AS, biaya sekolah per tahun di sekolah Atwell ini adalah sepertiga dari rata-rata biaya tahunan sekolah swasta. Bahkan, sekolah ini memberikan biaya subsidi pada 80 persen siswa.

“Orang tua siswa kami mewakili berbagai banyak kalangan, beberapa di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan. Kami mengatur biaya sekolah sepertiga dibanding sekolah independen lain di wilayah kami. Kami secara substansial mensubsidi biaya pada keluarga berpendapatan rendah. Tahun lalu, kurang dari 20 persen siswa kami yang membayar penuh biaya sekolah,” demikian kata Atwell seperti dikutip dari situs CTL dalam laman ‘Donate’ alias Donasi.

Namun, baru-baru ini Atwell memberikan sendiri donasi ke sekolahnya. Dari pemenang Global Teacher Prize pertama yang digelar The Varkey Foundation, yayasan yang berbasis di Dubai ini, Atwell mendapatkan hadiah uang tunai senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar. Hadiah diberikan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton sebagai Honorary Chairman of the Varkey Foundation dan His Highness Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wapres sekaligus PM UAE dan penguasa Dubai.

Atwell menyerahkan semua hadiah uang tunai itu pada sekolahnya. “Ini tak mementingkan diri sendiri, tapi berkomitmen pada pelayanan publik,” ungkap guru yang sudah menelurkan beberapa buku mengajar ini.

Dengan hadiah itu, Atwell akan mengembangkan lagi sistem perpustakaan di sekolahnya dan tetap mempertahankan keberagaman latar belakang siswa, di mana 80 persennya menerima subsidi biaya sekolah.

Bagaimana Cara belajar dari Konsep Pendidikan Nancie atwell
Guru supaya otonom, kreatif dan bijaksana
Kurikulum berbasis; riset, pelatihan program, perpustakaan tiap kelas, siswa bebas membaca buku apa saja, kelas 7-8 membaca 40 buku pertahun, kelas TK 7-8 orang, sedang SMA 16-18 orang perkelas.
Seolah-olah siswa menjadi peneliti dengan dibuat berpasangan dengan temannya, dan membahas berbagai hal.
Fasilitas laboratorium, kunjungan lapangan, guru tamu pakar, percobaan, proyek riset, kolaborasi dengan berbagai pihak dan eksplorasi seni.
Raport berisi portofolio siswa, yang dibahas bersama antara guru dan murid, mereka dibantu dalam membuat perencanaan dan tujuan.
Workshop menulis tiap hari; mengembangkan topic dengan bahasa sendiri, menulis dengan berbagai genre, berdiskusi secara aktif dengan guru.
Mendorong siswa PD dan bangga terhadap proses belajar yang dijalani
Tidak membentak siswa “kamu salah” karena akan menghambatnya dalam belajar, sebab dia merasa dipermalukan di depan teman2nya.
Pendidikan terbaik
Finlandia; guru berkualitas terbaik, tidak terlalu member beban berat pada siswa, masa belajar 30 jam perminggu, siswa didorong belajar sendiri, suasana sekolah santai dan fleksibel.
Korsel: Akses internet berkecepatan tinggi di sediakan di sekolah2
Hongkong: system pendidikan kompetitif, dan guru22nya berkualitas
Jepang; investasi besar bidang pendidikan dan menghargai tinggi orang yang belajar
Singapura; teknologi sebagai pendukung pendidikan dan kualitas guru terbaik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: