RSS

Tips Untuk Pedagang Kecil/UMKM


 

Bagaimana Memulai Usaha?
1. Menyusun 5 Tujuan Wira Usaha;
A. Tujuan Finansial : dari mana modalnya? Mana grosir untuk ngambil barang? Prediksi hasil? Modal dalam memulai usaha Ir. Hendro, M.M. & Chandra W.W., M.Com.
a. Pengalaman Anda
b. Knowledge (pengetahuan Anda)
c. Skill (keahlian; kebiasaan + pengetahuan)
d. Keberanian
e. Konsep bisnis Anda
f. Nertworking Anda (jaringan relasi)
g. Spritual Support (gairah dan semangat)
h. Kreativitas dan inovasi
i. Equality (uang/asset)
j. Keberuntungan yang diupayakan dengan TIME (Timing; perkiraan perubahan prilaku/kebutuhan, Intuition; visi dan analisis, Momentum menangkap peluang, Effort; terus bekerja keras tanpa mengenal kata menyerah) di samping pasrah pada Tuhan.
B. Tujuan Pemasaran: mengapa pembeli mau beli produk? Survey pasar
C. Tujuan Manajeman; bagaiman pengaturannya? Dikelola sendiri atau pekerjakan orang
D. Tujuan Sasaran waktu; jangka pendek, menengah dan panjang
E. Sasaran Pribadi; jangka pendek, menengah dan panjang yang harus sama tujuan bisnis
2. Untuk anda yang pemula/belum berpengalaman, sebaiknya bekerja pada orang lain dulu atau magang, anda bisa belajar wira usaha, tapi anda tetap dibayar. Berapa lama, tergantung kebutuhan. Maka para pengangguran dapat menempuh langkah ini atau anda langsung merntis usaha. DINAMIT grin emoticon ecision; hanya ada satu alternatif untuk mengubah nasib Anda yaitu, I mpian dan imajinasi. Tentukan cita-cita Anda untuk menjadi Entrepreneur, N aluri Anda perlu diasah dengan, A mbisi dan arah yang jelas, kemudian siapkan, M ental dan motivasilah diri Anda untuk mulai mengumpulkan, I nisiatif. Berinisiatif membuka penghalang, ada yang berada di balik tirai pasti lebih baik, T otalitas; time-frame dan target realistis. Cintailah pekerjaan Anda secara total.
3. Rintis Makroprenuer; yakni menekuni pekerjaan yang ada sambil mempersiapkan sebuah usaha yang paling disenangi pada masa mendatang, dan meninggalkan yang lama ketika usaha baru telah berjalan dengan baik. Istilah ini dipopulerkan Michael Le Bouf. Berhubung untuk menjadi makroprenuer butuh perubahan terhadap diri sendiri, maka perlu memahami tentang perubahan dalam mengelola usaha dan nilai-nilai makroprenuer supaya berhasil. Makropreneur juga cocok bagi yang bekerja pada orang lain, tapi merasa tidak aman karena pemecatan atau PHK, pekerjaan yang ditekuni tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh, tidak puas dengan gaji yang diperoleh, dan ingin menikmati tantangan baru dalam hidup.
4. Tips memulai usaha menurut Ir. Hendro, M.M. & Chandra W.W., M.Com
a. Persiapan blue print strategi setelah melakukan riset
b. Tentukan nama dan logo perusahaan
c. Persiapkan dokumen-dokumen dari awal;
a. Alamat bisnis dan perusahaan
b. Membuat domisili (silaturrahmi dengan lingkungan)
c. Menentukan modal minimal
d. Pergi ke Notaris untuk pengurusan Akte, TDP, SIUP atau pendaftaran kehakiman dan lembar Negara
e. Setelah dokumen selesai, dilanjutkan persiapan infrastruktur;
• perektrutan SDM
• Lay out kantor
• Peralatan kantor
• Kendaraan operasional
• Dokumen-dokumen operasional (DO, invoice, Faktur, PO, cap/stempel, kop surat, amplop dll)
d. Pemilihan tempat yang strategis
e. Melakukan berbagai strategi untuk bertahan dan berkembang
5. Senangi dan cintai yang anda lakukan
6. Kuasai satu bidang usaha dulu dan lengkapi barang yang disediakan jika jual produk
7. Usaha dapat dilakukan di dunia nyata dan online via google bisnisku, tokopedia.com, berniaga.com atau bukalapak.com
8. Zakat setiap tahun sekali dan sedekah tiap hari walau 1.000,- rupiah

Membangun dan Mengembangkan Bisnis

Entrepreneur adalah seseorang yang mengelola usahanya dengan mengatur sedemikian rupa supaya memperoleh keuntungan, dengan menanggung resiko, usaha tersebut dikelola sebaik-baiknya menggunakan segala sumber daya yang dimiliki, sehingga bisa tumbuh dan berkembang pada masa mendatang. Wirausahawan dianggap berhasil, apabila mampu meningkatkan diri dari usaha kecil menjadi usaha menengah, syukur-syukur meningkat lagi menjadi usaha elit. Intinya ialah keberanian berwirausaha apa saja, mengelolanya secara profesional, bekerja keras dan cerdas. Sedang Wirausaha Islam ialah pengelolaan usaha yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, tentu saja dikontekstualisasikan dengan era global atau informasi seperti yang kini berlangsung. Contoh yakni Fauzi Sholeh pemilik perumahan Pesona Depok dan Pesona Kahyangan yang berhasil karena menerapkan Manajeman ‘Azm dan tawakkal.

Membangun dan Mengembangkan Bisnis/Usaha
Mempunyai strategi bertahan dalam segala kondisi, inilah pentingnya membuat perencanaan yang matang.
Mengelola modal, hutang, biaya dan hasil baik
Memberikan pelayanan super terbaik, sebab kepuasan pembeli/pelanggan merupakan promosi nomer satu yang akan mendatangkan pelanggan lainnya.
Mempertahankan dan mengembangkan kualita produk/layanan. Konsep kualitas terbagi dalam 3 bagian menurut Ir. Hendro, M.M. & Chandra W.W., M.Com dalam buku Be a Smart And Good ENTREPRENEUR;
1. Little Q; kualitas produk seperti apa yang akan Anda berikan kepada konsumen atau pelanggan Anda? Konsep kualitas produk, What will you deliver?
a. Core of quality; produk, kemasan, waktu, rasa, manfaat dan mutu
b. Marketable quality; added value, jaminan kepuasan, barang atau kerusakan
2. Big Q; kualitas personal yang mempengaruhi konsumen secara langsung ataupun tidak langsung dalam mengambil keputusan membeli produk Anda. Kualitas individu yang mempengaruhi persepsi tentang kualitas, who will deliver?
a. Produck knowledge
b. Style (gaya) dan appearance (penampilan)
c. Skill
d. Ide dan kreativitas
e. kredibilitas
3. Large Q; kualitas yang mempengaruhi suatu produk dan menentukan persepsi kualitas produk, disebut infrastruktur atau “How will you deliver?”
a. Manageman system mutu; ISO 9000,9001,9002, 1400 (lingkungan) HACCP (untuk food industry).
b. Attitude dari service point (pusat fungsional yang bertemu pelanggan pertama kali)
c. Company Guarente (jaminan mutu dari perusahaan)
d. Availability (ketersediaan barang)
e. Speed (kecepatan) dan Credibility
f. Tools, Equipment, and Vihicle
Kesuksesan ketiga faktor kualitas dalam prosentase; 60% Little Q (produck), 20% Large Q (company), 20% Big Q (Sales Person).
Bekerja dengan keras, tekun, istiqomah dan sabar
Keyakinan diri akan sukses
Mengelilingi diri dengan orang-orang hebat, cerdas dan tekun
Memasarkan Produk dengan baik
Menurut : Ir. Hendro, M.M. & Chandra W.W., M.Com yakni
Tujuan Promosi
1. Menciptakan Awareness (kesadaran akan merk, asosiasiasi merk dan persepsinya
2. Memberikan kesan asosiasi terhadap produk Anda, ingin diingat seperti apa oleh siapa bagaimana dan menciptakan value pada customer
3. Menciptakan “impulse buying” agar tercipta transaksi, seperti konsep AIDA (Attention, Interest, Desire and Action).
4. Menciptakan Brand Loyality atau Retaining guna membuat customer tidak pernah lupa, seperti beli air yang diingat Aqua.
5. Publikasi dengan tujuan memperkuat positioning, sehingga tercipta kesan khusus di benak customer seperti berita kepedulian Sidomuncul pada korban kebakaran
Marketing Mix (Bauran Pemasaran);
1. Place (tempat/distribusi); saluran distribusi, traffic, pemilihan lokasi, parkir, jalur masuk & keluar, kemudahan, fasilitas tempat, atmosfer & aura, gaya interior
2. Promotion (promosi dan komunikasi); strategi komunikasi, jenis komunikasi, survey pasar, profil pelanggan, strategi penjualan.
3. Produck; variasi produk, kualitas, desaign, karakteristik produk, nama merek, kemasan dan warna, ukuran, garansi, pengembalian
4. Price (harga); harga pokok, struktur biaya, potongan harga, rabat, jangka waktu pembayaran, syarat penjualan, jenis pemilihan strategi harga, fleksibilitas harga.
Kesuksesan sebuah iklan, bila;
1. Menciptakan kesadaran merek
2. Mempengaruhi perilaku customer, urutannya; menginformasikan kesadaran merek, menciptakan kesan manfaat produk Anda, mempengaruhi agar konsumen mendukung pesan Anda, mengubah perilaku konsumen.
3. Menciptakan sinergi dalam berbagai komunikasi
4. Menggelitik semua pancaindera masyarakat
5. Seluruh kontak dengan pelanggan dimaksimalkan
Berusaha menjadi kaya dan sukses dengan cara-cara yang Islami. Penerapan nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan
• Kejujuran sebagai modal utama; nilai modal kejujuran unlimited (tak terhingga), ingat Nabi Muhammad sukses dengan nilai ini.
• Berani memulai usaha dari nol dengan tanpa mengenal kata gagal, gengsi, takut, menyerah, dan malas.
• Perhitungan pangkal kaya dan sukses; cara mengelola keuntungan sama pentingnya dengan besarnya keuntungan yang diperoleh, artinya atur keuangan dengan baik.
• Mengembangkan usaha terus menerus; terkadang usaha kembang kempis, mampu bertahan, mengalami kemajuan, stagnan atau jalan di tempat, dan terkadang hampir bangkrut, maka dengan prinsip belajar dan terus menerus mengembangkan sumber daya yang ada, insya Allah dapat diatasi
• Bangga dengan kesuksesan orang lain membuat Anda bahagia menjalani hidup
• Bersabar dalam menekuni usaha
• Membayar hak pekerja atau karyawan tepat waktu dan memberikan insentif
• Konsumen adalah raja yang dilayani super terbaik
• Kreatif dalam mengelola usaha, tidak pernah berhenti untuk melakukan terobosan-terobosan baru yang diperhitungkan dengan matang
• Mengelola Hutang Piutang dengan benar
• Bekerja dengan cerdas; artinya dalam bekerja senantiasa memanfaatkan pikiran/imajinasi
• Sedekah pendukung utama kesuksesan usaha, hal ini sudah dibuktikan kebenarannya
Cara Mengakhiri Usaha Ir. Hendro, M.M. & Chandra W.W., M.Com
Saat Usaha yang dikelola Menghadapi Masalah Berat;
1. Masalah kualitas
2. Produk Anda tidak laku
3. Kalah dalam persaingan
4. Masalah kekurangan modal
5. Kesulitan dalam distribusi barang
6. Pasar tiba-tiba mengecil
7. Masalah kinerja karyawan; kurang motivasi, banyak menganggur, tidak disiplin dan keluar masuk sangat tinggi
8. Omset tidak bergerak naik
9. Pembayaran pelanggan tidak sesuai dengan jadwal
10. Image perusahaan jatuh
11. Pemasok bermasalah dalam suplai barang
Cara mengatasinya ialah
1. Mapping and re-SWOT analysis
2. Re-Engeniring Business process
3. Down sizing (perkecil pasar, fokus, dan perkecil asset)
4. Memperkecil struktur organisasi
5. Cost reduction program
6. Pindah ke bisnis lain
7. Refinancing; stok, kredit, joint operation, join venture
8. Merger
9. Renewal contract/agreement
10. Cash management; tight money policy, pinding payable, percepat pemutaran piutang, dan seleksi pelanggan (A,B,C)
11. Mencari pasar baru
12. Repositioning (merek, pasar, segmen pasar).
Tips mengakiri usaha, Saat Entreprenuer ingin menikmati hasilnya;
1. Menjual bisnisnya ke orang lain
2. Menjual bisnis ke kelompok dalam atau orang dalam
3. Menjual atau mengalihkan bisnis pada salah seorang anggota keluarga terpercaya
Setelah menentukan salah satu pilihan, lalu tempuh langkah-langkah;
1. Memilih pengganti
2. Menciptakan perlengkapan (system) guna kelangsungan pengganti
3. Mempersiapkan pengganti
4. Menciptakan suasana yang dipenuhi rasa saling percaya dan menghargai
5. Mengatasi kenyataan keungan dari pajak bumi dan bangunan

Siapa Pembela Pedagang Kecil?

Ahmad Zamhari Hasan

 

Jumlah pedagang kecil di Indonesia, mungkin hanya bisa disaingi dengan jumlah petani. Puluhan juta orang menekuni profesi tersebut. Mereka berdagang untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hidup dengan “gali lobang tutup lobang”, dan sebenarnya “tidak ada yang peduli” pada nasib mereka. Bukankah ada pinjaman lunak dari pemerintah melalui Departemen Koperasi? Bukankah banyak kridet mikro untuk usaha kecil? Bukankah UKM selalu menjadi bahan “Kampanye, diskusi dan Headline?”

Itu semua hanya permukaan saja. Coba selidiki lebih dalam, berapa persen usaha kecil yang mendapat bantuan? Benarkah “kredit mikro” memberi bantuan atau justru mencari keuntungan sebesar-besarnya? Jika hanya bahan diskusi, kampanye dan berita, itu berlalu dengan sendiri setelah beberapa hari saja. Siapa pembela pedagang kecil? Mereka menjadi pembela bagi diri sendiri bukan orang lain.

Lihatlah berapa banyak pedagang kecil yang gulung tikar di pasar-pasar tradisional karena kalah bersaing dengan Mall, Supermaket, Hipermaket dan Minimarket! Lihatlah berapa banyak pedagang kaki lima yang digusur di disingkirkan! Lihatlah berapa banyak pasar tradisional terbakar! Lihatlah berapa banyak pedagang yang terpaksa gigit jari karena usaha terhimpit dan terdesak.

Berhubung pedagang kecil menjadi pembela diri sendiri, saya berusaha memberikan beberapa tips sederhana pada mereka;

  1. Jika usaha mengalami kemunduran atau tidak laku, padahal orang ramai berlalu lalang, maka Anda harus mulai berpikir mengganti usaha yang ada dengan usaha baru yang lebih dibutuhkan pembeli di sekitar tempat dagangan Anda. Rubahlah dagangan Anda jika memang benar-benar dibutuhkan! Jual dulu sisa barang pada pedagang lain, sehingga Anda masih memilliki modal.
  2. Berhubung rizki ditentukan Allah, shalat Istikharah 2 raka’at agar Anda mendapat gambaran tentang barang apa yang hendak dijual, kaitkan hasil istikharah dengan survey pasar (lihat tulisan Memulai Usaha dari Nol)
  3. Tekuni usaha sebaik-baiknya; mengatur waktu berjualan dengan baik, melakukan pencatatan setiap hari, melakukan penghematan dalam memenuhi kebutuhan hidup, menyimpan 10% dari penghasilan dan tidak mengambilnya selama 3 tahun (setelah 3 tahun akan menjadi modal baru yang besar), dan Tawakkal pada Allah dalam bentuk shalat 5 waktu, shalat Dhuha, dan rajin sedekah karena mempermurah rizki.
  4. Jangan bersaing dengan orang lain! Artinya berusaha berjualan sesuatu yang berbeda, jika terpaksa bersaing, lakukan secara sehat, malah barang yang tidak ada di Anda, ambilkan pada pesaing Anda. Insya Allah, rizki Anda menjadi murah dan hubungan sosial berlangsung baik.
  5. Jangan pernah marah pada pembeli, beri pelayanan dengan bungkusan yang baik, beri senyum, dan ucapkan terima kasih. Bersabarlah jika ada pembeli yang menyebalkan.
  6. Jadilah orang baik! Sebab pengusaha yang sukses besar adalah orang-orang baik yang peduli, Fauzi Sholeh bersedekah 70 milyar dalam 4 tahun, wajar beliau sukses sebagai pengusaha Real Estate.
  7. Jika memiliki karyawan/pekerja, penuhi haknya dengan baik. Berilah gaji yang sesuai dan dibayar tepat waktu. Malah, semakin besar gaji mereka akan semakin menguntungkan. Bukan malah dijadikan sapi perahan.

Silahkan terapkan tip-tip ini agar Anda berhasil menjadi pedagang dan mampu survife dalam keadaan bagaimanapun. Jika berhasil dengan tip ini, berbagilah dengan fakir miskin, yatim piatu atau anak jalanan, atau Lembaga Pendidikan Gratis.

 

 

Memulai Usaha dari Nol

 

Setiap orang ingin berwirausaha, namun terkadang menghadapi kesulitan saat hendak memulainya. Cobalah tip-tip berikut dalam memulai wirausaha.

Pertama; lakukan survei pasar dan produk yang hendak dijual. Survei pasar berhubungan dengan; apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar, di mana mereka biasanya membeli produk tersebut, harga berapa yang mereka inginkan, dan bagaimana ketersediaan barang dari produsen. Sedang survey produk berhubungan dengan; produk apa yang hendak dijual, benarkah produk itu dijual, apa yang harus dilakukan agar produk laku terjual, dan persaingan harga.

Kedua; lokasi yang dipilih setrategis, cukup strategis, atau biasa-biasa saja.Jika strategis, kemungkinan berhasil besar. Jika cukup strategis kemungkinan 50%-50%. Sedang jika biasa-biasa atau tidak strategis, maka hanya produk yang sulit didapat orang yang akan dicari atau dibeli. Anda yang lebih tahu setelah melakukan langkah pertama.

Ketiga; pedagang baru perlu melakukan promosi sederhana dengan papan nama yang bagus dan menarik, tulisan Banner, atau jika diperlukan buatlah brosur, even, iklan di Koran atau televise.

Keempat; layani pelanggan pertama super terbaik, dan layani pelanggan selanjutnya seperti raja.

Kelima; jika memiliki modal yang besar, atur dengan baik. Misal modal yang dimiliki 10 juta, usahakan belanja produk yang dijual pertama kali sebesar 5 juta, sedang sisa uang 5 juta diinvestasikan perlahan-lahan pada produk yang jelas laku terjual dalam harian, tiga harian, dan mingguan, yang laku bulanan asal ada saja. Bagaimana dengan yang kesulitan modal. Anda harus menjadi orang yang dipercaya orang lain, sehingga modal diperoleh dari pinjaman. Jadilah orang yang jujur, maka modal datang sendiri.

Keenam; bersabarlah dalam bulan-bulan awal atau tahun pertama mengelola usaha, selanjutnya nanti Anda akan dalam belajar sambil berwirausaha, sehingga berhasil. Jika butuh ilmu tambahan, klik saja; www.pengusahamuslim.com, www.pembelajar.com, disamping pelajari mendalam dalam blok ini.

Ketujuh; segera lakukan, jangan menumpuk teori terus. Bob Sadino justru melakukan dulu, baru belajar dari apa yang dialami, sehingga sekarang menjadi pengusaha sukses. Anda juga dapat melakukan hal yang sama.

 

 

 

Terburu-Buru Pangkal Kegagalan

 

Selama ini banyak orang Indonesia yang ingin sukses, berhasil dan meraih cita-cita yang mereka idam-idamkan sejak kecil. Sayangnya, dalam proses mencapai semua itu, banyak masyarakat Indonesia yang berjatuhan di tengah jalan.

Awalnya mereka sungguh merusaha mencapai sesuatu, bekerja sekuat tenaga, mengerahkan pikiran, imajinasi dan hati, setelah ada titik terang, di sinilah kesalahan timbul. “Titik terang” sudah dianggap penemuan baru yang segera berusaha dipublikasikan, disebarkan dan dipasarkan.

Setelah tersebar, bahkan dipublikasikan di media cetak atau elektronik, justru banyak masalah bermunculan pada pada produk yang “terlanjur” dipasarkan. Hasilnya, semua menjadi hancur, kacau dan menghasilkan kegagalan yang menimbulkan frustasi. Inilah yang terjadi pada Blue energy dan banyak kegagalan lainnya.

Salah satu masalahnya, orang Indonesia serba terburu-buru dalam melakukan dan menghasilkan sesuatu, hasilnya kegagalan. Seharusnya sebuah produk yang dihasilkan, diuji coba dulu dalam berbagai macam situasi dan kondisi, lakukan hal ini sampai-sampai tidak ada celah kekurangan. Sebab inilah yang dikenal Jepang dengan prinsip Kaizen yakni;

“Kaizen” adalah sebuah metode yang sangat dipegang teguh di Jepang. Ia adalah proses penyempurnaan secara terus menerus dan tiada henti. Kaizen inilah yang telah mengubah Jepang menjadi sebuah bangsa yang memiliki peradaban sangat maju, serta memiliki teknologi yang mengalahkan “Barat”… (ESQ, Ary Ginanjar Agustian, hal 184).

Setelah produk ini dipasarkan, jangan lalu ongkang-ongkang kaki menikmati keberhasilan, melainkan berusaha menyempurnakan produk yang dihasilkan, sehingga nantinya mampu menarik investor “Berkantong Tebal.”  Bahkan sampai tahap ini pun, perbaikan dan penyempurnaan terus menerus dilakukan.

Di samping itu, masalah lain yang dihadapi ialah proses pemasaran di 3 bulan atau tahun pertama biasanya mengalami kesulitan, tapi setelah itu pintu kesuksesan terbuka perlahan-lahan. Buatlah produk Anda menjad “Brand” yang mudah diingat orang, saat menggunakan produk Anda orang merasa “inilah yang dibutuhkan selama ini”, dan perkuat brand dengan melakukan hal-hal yang bersifat sosial agar menimbulkan simpati.

 

Cara Mendapatkan Pinjaman

Setiap pedagang yang telah menekuni usaha dalam kurun waktu tertentu, pasti membutuhkan pinjaman modal. Apa yang harus dilakukan agar mendapatkan pinjaman modal?

Buat beberapa pertanyaan cerdas seperti yang dilakukan Martin. “Semua bentuk pendanaan yang telah kita diskusikan tadi pada akhirnya akan bermuara pada pertanyaan-pertanyaan berikut: (1) Uang itu digunakan untuk apa? (2) Apa yang dipertaruhkan oleh si peminjam? (3) Bagaimana si peminjam akan membayar utangnya. Jika anda bisa memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda pasti akan mendapatkan pinjaman uang itu.” (Cara Gampang Menjadi Kaya Melalui Bisnis,  Martin J. Grunder Jr. hal 91)

Tentu setiap pertanyaan harus mendapatkan jawaban yang terperinci dan baik, jawaban tersebut ditulis dalam Rencana Aksi bisnis yang sedang Anda kelola. Lalu ajukan pinjaman pada berbagai pihak yang cocok bagi Anda.

Beberapa institusi yang menawarkan pinjaman dengan bagi hasil sangat ringan ialah Departemen Koperasi dan Pegadaian. Alternatif lain ialah meminjam pada Bank Muamalat dengan memperhatikan system bagi hasilnya, pahami dulu sebelum meminjam.

Tips agar Anda mampu mengembalikan pinjaman;

  1. Sebelum meminjam, yakinkan diri Anda bahwa investasi yang dilakukan benar-benar menguntungkan.
  2. Hitung berapa penghasilan bersih setiap bulan, dipotong kebutuhan hidup sehari-hari dan modal. Misal; penghasilan kotor setiap hari Rp. 100.000,- berarti penghasilan kotor sebulan Rp. 3.000.000,- sedang modal yang dikeluarkan Rp. 2.000.000,- berarti keuntungan tinggal Rp. 1.000.000,- biaya hidup hemat Rp. 700.000,-. Keuntungan bersih hanya Rp. 300.000,-
  3. Rp. 300.000X12 bulan = 3.600.000. Berarti Anda dapat mengajukan pinjaman sebesar 10 juta yang akan dicicil selama 3 tahun. Jangan meminjam lebih dari ini! Kurang dari 10 juta tidak apa-apa sebagai bentuk kehati-hatian.
  4. Gunakan pinjaman untuk kebutuhan produktif yakni menambah modal usaha, jangan buat beli motor (kecuali motor digunakan untuk bisnis antar barang atau kebutuhan mendesak), bangun rumah atau membeli peralatan rumah tangga.
  5. Perbanyaklah beribadah, berdzikir dan bersedekah agar Allah memurahkan rizki Anda, sehingga Anda mampu membayar hutang dan usaha berkembang.

Tips-tips di atas sangat sederhana bukan? Tinggal adakah kemuan Anda untuk mempraktikkannya. Jika Anda ingin berhasil, silahkan praktikkan!

 

Tiga Hukum Pemasaran

  1. Manfaat Nyata; apa manfaat yang dirasakan pembeli saat memakai atau membeli produk Anda, apakah di tempat lain pembeli tidak bisa mendapatkan barang dengan manfaat sama dengan harga yang lebih murah, apa pembeli merasakan langsung sebuah manfaat yang membuat mereka puas, apa manfaat ini sekejab, beberapa jama atau beberapa hari atau bulanan dan tahunan. Semua manfaat tersebut harus ada dalam sebuah produk atau barang yang dijual.
  2. Alasan Kuat untuk percaya, tahukah Anda bahwa pembeli terkadang membeli sebuah produk atau barang karena percaya terhadapnya, maka saat kepercayaan ini jangan dikhianati dengan kualitas buruk dan apa yang tertulis tidak sama dengan isinya, habislah bisnis Anda. Kepercayaan pembeli harus diiringi dengan kualitas produk yang terjamin, kesesuaian antara yang ditawarkan dengan yang diperoleh, dan pelayanan jika ada barang yang rusak atau kadaluarsa secara tidak sengaja.
  3. Perbedaan Mencolok. Brand yang menjadi citra jualan sebuah produk di hadapan konsumen dibangun karena mampu membuat sebuah perbedaan yang nyata dan mencolok dengan lainnya. Buatlah sebuah produk yang benar-benar berbeda, bekualitas tinggi dengan harga bersaing, maka Anda akan berada di garis depan penjualan. Tentu Anda juga harus punya mata rantai distribusi efisien mengingat kawasan Indonesia yang luas.

Selamat datang Era Global!

Percaya adalah Harta Terbesar Manusia

 

Dalam dunia bisnis, modal kepercayaan sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan usaha. Jika modal uang nilainya dapat diukur, sedangkan modal kepercayaan nilainya tak terukur. Sebab orang dipercaya akan terus menerus mendapatkan modal kapan pun membutuhkannya, sebab pemberi kepercayaan telah benar-benar yakin bahwa pinjamannya akan kembali berikut kesuksesan orang yang dipercaya. Jika dalam bisnis demikian, apalagi percaya pada Allah.

Setiap orang mengaku Muslim, baik karena orang tua Muslim atau karena ikut-ikutan mengingat Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Setiap Muslim wajib beriman sesuai yang termaktub dalam rukun iman, bahasa sederhana dari iman adalah percaya (tulisan ini hanya membahas sampai percaya dulu, nanti tulisan lain membahas Yakin sebagai inti iman). Pertanyaan seberapa besar kepercayaan Anda pada Islam? Seberapa besar kepercayaan Anda pada Allah?

Kehidupan sehari-hari sebernarnya merupakan sarana yang tepat untuk terus menerus memupuk rasa percaya pada Allah.

Seorang pegawai negeri tingkat rendah, hidup mendandalkan gaji, padahal memiliki 3 anak yang telah memasuki sekolah dengan biaya mahal, belum dipotong uang kontrakan dan kebutuhan lainnya, walhasil gaji hanya cukup hidup pas-pasan. Karena hidup pas-pasan, maka malas beribadah karena menganggap tidak ada gunanya, naudzubillah mindzalik. Jadi, ibadah yang dilakukan seakan-akan harus seiring dengan besarnya rizki yang diperoleh, jika demikian, maka Akhirat telah ditukar dengan dunia, padahal seharusnya dibalik dunia ditukar dengan akhirat. Seharusnya, sang pegawai member contoh pada seluruh anggota keluarga dengan rajin ibadah karena percaya bahwa Allah membantu hambaNya yang memohon, ruku’ dan sujud padaNya. Dengan percaya yang diwujudkan dalam tindakan, insya Allah rizki tak terduga  diterima. Sehingga hidup dijalani lebih baik.

Seorang pedagang kecil pindah dari satu bus ke bus lain, dari satu terminal ke terminal lain untuk mencari sesuap nasi demi diri dan keluarga, terkadang hasil yang diperoleh hanya cukup untuk makan dua kali sehari, bukan tiga kali. Sang pedagang, mengeluh karena ditaqdirkan menjalani hal itu, bahkan naudzibillah terbersit bahwa Tuhan tidak adil. Buruk sangka pada Allah pertanda tidak percaya, ini berarti sang pedagang walau Muslim, namun belum beriman. Seharusnya, sang pedagang menysukuri nikmat Allah karena hasil usaha cukup untuk makan hanya 2 kali, tengolah yang diuji dengan kelaparan di luar sana, bukankah keadaan lebih baik. Seharusnya sang pedagang berkata “Alhamdulilah rizki Allah masih kita nikmati karena karuniaNya, besok saya berusaha lagi.”

Seorang buruh tani bekerja dari pagi sampai terik matahari, hanya mendapat imbalan Rp. 6.000,- (di beberapa daerah, hal ini biasa, mungkin di Jabodetabek lebih besar), padahal dia punya 2 orang anak dan istri, beli beras saja 1 liter paling murah Rp. 4.000,- berarti masih ada sisa Rp. 2.000,- untuk membeli tahu. Dia mengeluh, mengapa kerja kerasnya hanya membuat dirinya hidup pas-pasan, terbersit dalam hatinya “Ah Tuhan hanya bersama orang kaya,” Naudzubillah! Padahal tahukah buruh tani itu, orang yang ditaqdirkan miskin namun tetap berusaha, beribadah dan bersabar, Allah memasukkan ke surge tanpa dihisap. Jika tahu, percayakah pada hal itu? Jika percaya, wujudkan dalam tingkah laku dan ucapan “Alhamdulillah walah hanya Rp. 6.000,- tapi kami masih dapat makan walau sedikit-sedikit!” Setelah itu berusahalah memanfaatkan pekarangan rumah dengan memelihara ayam atau kambing jika sudah punya uang.

Seorang buruh pabrik, bekerja pontang-panting, hanya memperoleh hasil sesuai UMR, padahal UMR tidak lagi memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup. Walau bekerja keras, saat waktu shalat dhuhur justru lalai, shalat Asyar demikian juga, malah jika ada lembur, shalat Magrib dan Isya’ juga ditinggal, Subuh apalagi kecapean bangun kesiangan dan harus berangkat kerja. Hasilnya, dia bingung karena harta yang dicari dengan susah payah seperti “menguap,” sebab hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tidak ada simpanan, apalagi menambah perabotan rumah tangga dan membeli kendaraan. Padahal jika dia percaya adanya “barokah harta” yakni  harta sedikit namun bernilai banyak karena karunia Allah yang diwujudkan dengan rajin ibadah karena Allah, mengatur keuangan sebaik-baiknya, berusaha hidup hemat, insya Allah hidup yang dijalani lebih baik di dunia, dan di akhirat kelak mendapat yang sangat jauh lebih baik lagi.

Seorang pemulung, mengais-ngais barang-barang yang bisa yang dijual nantinya, setelah bekerja seharian (tidak ingat shalat lagi), sampai di rumah memilah-milah hasil hari itu, nonton televise dan istirahat. Begitulah yang dijalani setiap hari. Seorang pemulung lain sama bekerja seharian, tapi dia menyembunyikan bundelan alat shalat, setiap waktu shalat dia shalat, lau meneruskan usahanya, dia percaya shalat merupakan kewajiban yang harus dijalani. Jika orang pertama tetap hidup seperti itu tidak berubah, sedang pemulung yang kedua keadaan tidak jauh beda, tapi mendapatkan sesuatu yang lain yakni ketenangan batin, jauh dari musibah yang macam-macam dan menikmati hidup apa adanya. Malah ada pemulung yang mampu menjadi bos karena bertakwa pada Allah.

Dengan beberapa kenyataan di atas, masihkah Anda tidak percaya? Masihkah Anda melalaikan ibadah wajib shalat 5 waktu? Masihkah Anda mengeluh bahwa Allah tidak adil? Jika masih, Anda tidak mampu belajar sekaligus tidak mempercayai kehidupan setelah kematian. Lho, saya percaya, kok! Jika percaya, rubah tingkah laku Anda, perbaiki ibadah shalat wajib 5 waktu, dan percaya bahwa usaha yang Anda lakukan demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tulisan ini dibuat karena perasaan miris melihat orang-orang yang hidup miskin, pas-pasan, bekerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari, anak jalanan, pemulung dan pengasong, tapi justru menjauh dari Allah; ada yang tidak percaya, ada yang percaya tapi di mulut saja, dan ada yang memang telah berhati keras sehingga terjebak pada kesalahan demi kesalahan tanpa mau bertobat. Saya tidak dapat membayangkan; mereka hidup di dunia sudah susah, tapi di akhirat akan hidup lebih susah lagi sebab siksaan Allah sangat pedih tiada bandingannya di dunia ini. Padahal, seharus mereka lebih bersabar, ikhlas menerima taqdir Allah dengan tetap berusaha, rajin ibadah 5 waktu, bertingkah laku yang benar dan mendekatkan diri pada Allah. Jika demikian, maka di dunia hidup susah, tapi menikmati kebahagiaan sejati di akhirat kelak!

Siapa saja yang membaca tulisan ini, semoga menyebarkan tulisan sederhana ini, sekaligus mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari! Hamba-Hamba Allah pilihan yang dicintaiNya, orang-orang shaleh, dan sebagian besar para Nabi merupakan orang biasa yang tidak kaya, kecuali Nabi Daud dan Sulaiman, makanya mereka sangat mencintai orang-orang yang tidak mampu, tapi bersabar, bertingkah laku baik dan taat beribadah.

 

 

EVALUASI SANGAT PENTING DALAM BISNIS

 

Di Indonesia, masyarakat yang berwirausaha sangat banyak sekali, tapi sayangnya mereka hanya mampu bersaing di dalam negeri, merasa cukup mengelola usaha dengan pengalaman semata, dan tidak mau belajar seumur hidup. Padahal untuk bersaing dalam era global setiap pedagang harus mau dan mampu belajar seumur hidup. Pengalaman saat ini tidak cukup jika tidak diikuti dengan mempraktikkan teori-teori bisnis baru yang terbukti berhasil membuat orang lain meraih kesuksesan. Salah satu kelemahan lainnya ialah lemah dalam melakukan EVALUASI usaha.

Berhubung hanya mengandalkan pengalaman, mereka kaget ketika usaha yang awal maju, tiba-tiba muncur. Akibatnya menyalahkan para pesaing dan orang lain. Padahal sebenarnya ialah tidak mampu melakukan evaluasi yang tepat dan melakukan antisipasi terhadap beberapai hal dari hasi evaluasi tersebut. Renungkan nasihat bisnis berikut ini!

“Anda harus secara terus menerus mengevaluasi bisnis Anda dan senantiasa memfokuskan diri pada apa yang menjadi kekuatan Anda. Bagian dari proses ini adalah dengan meninggalkan bisnis yang tidak perlu saat Anda sedang berkembang. Anda harus meninggalkan bisnis Anda yang: (1) Tidak menguntungkan. (2) sebenarnya berjalan baik, namun bisa merusak reputasi yang Anda miliki. Misalnya, jika Anda dikenal sebagai ahli pemugaran rumah berkualitas tinggi, Anda harus benar-benar mulai  meninggalkan pekerjaan-pekerjaan yang tak sesuai dengan dengan diskripsi itu. Bayangkan saja apa yang akan terjadi pada reputasi jam Rolex jika Anda bisa membeli jam itu di Matahari Departemen Store, misalnya. (Anda juga jangan melakukan pekerjaan yang menyerap terlalu banyak sumber daya untuk memperoleh keuntungan. Dengan kata lain, tanyakan pada diri Anda sendiri adakah hal-hal yang lebih baik Anda kerjakan daripada mengalokasikan sumber dana sebanyak itu pada sebuah pekerjaan yang berkeuntungan rendah. (4) Tinggalkan juga semua pelayanan atau produk apa pun yang tak bisa menjadikan Anda sebagai penguasa pasar. Jika Anda tak bisa menjadi yang terbaik, jangan lakukan. (Cara Gampang Menjadi Kaya Melalui Bisnis,  Martin J. Grunder Jr. hal 187-188)”

Evaluasi minimal sebulan sekali dengan melihat hasil pencatatan, pembacaan pada keadaan sekitar, perkembangan produk yang saat ini sedang dijual, dan perubahan harga di pasar akibat persaingan yang semakin ketat. Itu berarti evaluasi sangat penting sekali. Mulai sekarang, Evaluasi kembali usaha Anda!

 

Bumi Allah, 17 Ramadhan

WIRASWASTA KUNCI UTAMA KELUAR DARI KRISIS

 

Ahmad Zamhari Hasan

 

Makna Wiraswasta

Menurut Zimmerer dan Scarborough bahwa wiraswasta merupakan keahlian seseorang menghadapi resiko di masa medatang dan bertumbuh mendapatkan profit dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga mengalami peningkatan terhadap usaha tersebut.

Berbekal definisi tersebut, bisa dipahami bahwa seorang wiraswasta adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan perhitungan matang dalam menjalankan usaha, sehingga resiko kerugian bisa diminimalisir. Meski demikian, sang wiraswasta harus memiliki keberanian untuk menghadapi resiko apapun, tanpa keberanian mengambil resiko tak pantas disebut wiraswasta.

Dengan perencanaan dan perumusan tujuan dari berbagai aspek, baik dari dalam internal perusahaan maupun pengaruh eksternal akibat perkembangan ekonomi mikro dan makro. Hal ini diikuti dengan kalkulasi matang dalam menjalankan usaha. Semua itu dapat membimbing sang wiraswasta berhasil mengatasi resiko kerugian, menggantinya dengan pertumbuhan usaha yang dikelola. Pertumbuhan yang secara otomatis memberikan keuntungan pada perusahaan.

Untuk itu sumber daya yang dimiliki sang wiraswasta harus dioptimalkan. Semua orang di dalam perusahaan memiliki tanggung jawab sama untuk bekerja keras agar perusahaan tumbuh berkembang, sebab mereka menggantungkan hidupnya dari hasil kerjanya. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu memperlakukan orang-orang di dalam perusahaan sebagai rekan kerja bukan bawahan, memenuhi kesejahteraan mereka, dan membantu kesulitan yang dihadapi, bukan malah memeras keringat tanpa disesuaikan dengan upah yang sepantasnya.

Perusahaan juga dituntut mampu menghasilkan brand dari produk-produk yang dikeluarkan. Brand atau citra kuat konsumen tentang suatu produk yang khas, sehingga susah dihilangkan dalam benaknya. Hermawan Kertajaya memaknai Brand ialah “Branding is avoid the comodity like trap” artinya untuk menghindari supaya produk yang dihasilkan tidak seperti yang dihasilkan kebanyakan perusahaan lain. Brand dibuat dengan menawarkan kualitas produk bermutu tinggi, menyehatkan, dan diperkuat dengan iklan jitu yang cocok, berbeda, bagus, sesuai kebutuhan masyarakat dan produk yang ditawarkan. Agar berjalan sukses, maka harus didukung dengan bentuk pelayanan yang terbaik, sehingga konsumen merasa puas.

Belajar Dari Kesuksesan Wiraswasta Lain

Contoh wiraswata yang berhasil merintis usaha dari nol adalah Marin J. Grunder Jr. yang akrab dipanggil Marty, penulis buku The 9 Super Simple Steps to Enterpreneurial Success  atau Cara Gampang Menjadi Kaya Melalui Bisnis, 9 Strategi Praktis Membangun Bisnis yang Sukses. Marty berhasil menjalankan perusahaan Grunder Landscaping, yang mampu mengembangkan usaha pemotongan rumput sewaktu menjadi mahasiswa di Universitas Dayton AS dari modal awal alat pemotong rumput senilai $25 X Rp. 9.000,- (jika kurs rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp. 9.000,-) = 225.000,- yang dibeli di sebuah pasar loak, pada akhir semester omsetnya meningkat menjadi $ 300.000, X Rp. 9.000,- = 270.000.000,-, saat dikelola dengan profesional dalam pengertian sebenarnya, omsetnya meningkat menjadi $ 3 juta pertahun, lalu meningkat menjadi $4 juta dollar pertahun, dengan pegawai berjumlah 40 orang.

Berkat kesuksesannya, dia mendapat sekitar tiga puluh penghargaan lokal dan nasional di AS. Tahun 1995 Marty mengembangkan sayap dengan membuat perusahaan Marty Grunder Inc. sebuah perusahaan konsultan bisnis yang memberikan bantuan bagi para wiraswasta dalam bidang pemasaran, manajemen, dan menjadi motivator mereka. Dengan perusahaan keduanya, dia telah berbicara di berbagai seminar di seantero Amerika dan Kanada dengan penuh semangat disertai humor-humornya di hadapan ribuan orang. Bagaimana cara dirinya meraih kesuksesan?

Trik kesuksesannya sangat sederhana yakni menerapkan 9 langkah strategis dalam menjalankan perusahaan; menekuni usaha sesuai minatnya terhadap sesuatu dan mencintai yang dikerjakannya, berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai dalam jangka pendek, menengah dan panjang,  mengawali usaha dengan modal orang lain, mengelilingi diri dengan orang-orang sukses, memiliki rasa percaya diri yang sangat besar, banyak  bertanya tentang segala sesuatu sekitar usaha yang ditekuni atau hal-hal yang tak terpahami, memfokuskan diri maksimal pada dua ceruk bisnis yakni usaha pemotongan rumput dan konsultan (dianjurkan menekuni satu ceruk usaha dengan menjadi yang terbaik di bidangnya), melakukan pekerjaan dengan  cara yang berlawanan dari norma umum –dalam makna norma-norma keliru yang banyak dijalankan perusahaan-perusahaan lain-, dan terakhir bekerja dengan sangat, sangat, sangat keras.

Dengan prinsip-prinsip di atas dia sukses menjalankan usaha pemotongan rumput, para wiraswasta Indonesia perlu mencontoh dirinya, mencoba menerapkan prinsip-prinsip di atas dalam menjalankan usaha, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya di lapangan, maka kebangkitan dunia usaha di Indonesia tinggal menunggu momentum saja. Jika sebaliknya yang terjadi, maka perusahaan-perusahaan yang gulung tikar, terpaksa melakukan efisiensi dengan pemecatan massal, dan pabrik-pabrik yang ditutup karena tak mampu bertahan di dalam kondisi sulit, akan menjadi pemandangan biasa pada masa mendatang.

Bangkit Dari Krisis atau Mati

Keadaan ekonomi Indonesia belum ada tanda-tanda untuk membaik, hutang luar negeri bertambah menumpuk, daya beli masyarakat menurun, pengangguran dan kemiskinan tumbuh subur, apalagi ekonomi makro punya kecendrungan memburuk pada masa mendatang, sehingga dunia usaha di Indonesia terus menerus dalam keadaan yang menyulitkan. Ini jangan dijadikan kambing hitam bagi perusahaan-perusahaan yang gulung tikar, bangkrut, gagal mengembangkan diri, melainkan sumber motivasi meraih kesuksesan, sarana memperbaiki diri di segala bidang.

Di sinilah urgensi wiraswasta-wiraswasta sejati diperlukan kehadirannya di bumi pertiwi tercinta. Wiraswasta-wiraswasta yang mampu menjadikan krisis sebagai sarana menemukan kreativitas baru, inovasi baru, menemukan ceruk bisnis baru, mencari peluang baru, menciptakan kondisi yang baik dalam menjalankan usaha, mengembangkan potensi yang ada dalam perusahaan sampai batas maksimal dalam semua lapisan, memberikan pelayan super terbaik, melahirkan sekaligus mengaplikasikan ide-ide baru yang realistis, menguntungkan, berkualitas dan dibutuhkan konsumen.

Kehadiran mereka akan menjadi  kunci utama keberhasilan dunia usaha di masa mendatang. Masalahnya dunia usaha kita terbiasa diproteksi, dikeloni, dininabobokkan, dan puas pada apa yang dicapai tanpa upaya berinovasi dan mengembangkan diri, sehingga keadaan yang memburuk justru menjadikan mereka sekarat. Tiba waktunya bagi mereka untuk mentranformasikan diri menjadi wiraswasta-wiraswasta baru, meski telah lama mengelola suatu perusahaan.

Bagi para lulusan sekolah umum atau Pesantren memberanikan diri menjadi wiraswasta dengan mengelola usaha kecil, sarjana-sarjana ekonomi harus mau menjadi wiraswasta, bukan malah seumur hidup mengabdikan diri menjadi “budak-budak” di perusahaan, bekerja di perusahaan yang mapan adalah sarana belajar untuk kemudian mengola usaha sendiri, para pengangguran intelektual di segala bidang, mencari celah-celah bisnis atau usaha dari ilmu yang dimiliki, mereka dituntut berani memulai usaha dari nol dan mengembangkan perlahan sampai menjadi besar, dan para buruh/pekerja yang dipecat perusahaan –jumlahnya semakin hari semakin banyak- berusaha juga menjadi wiraswasta.  Di Indonesia, sumber daya alam melimpah, hasil kerajinan banyak yang bagus namun kurang bisa dipasarkan, produk-produk makanan yang khas luar biasa beragam, dan banyak kelebihan-kelebihan lain yang belum dioptimalkan, sebab wiraswasta-wiraswasta yang ada lemah dalam memproduksi barang yang berkualitas, pemalas, hidup enak tanpa kreasi, mudah puas diri, tidak mampu mengemas barang dengan baik, dan tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Kini waktu yang tepat untuk Bangkit atau Mati. Kata-kata keras yang menggugah motivasi ini perlu ditanam kuat-kuat dalam diri setiap orang di Indonesia. Jika ada film yang disinetronkan Kiamat Sudah Dekat, sedang untuk wiraswasta istilah yang tepat adalah Kiamat Dunia Usaha Sudah Dekat karena pasar bebas sudah tinggal 2 tahun lagi, mereka dituntut berkreasi, bekerja keras, gigih pantang menyerah, berinovasi sebagai antisipasi saat kiamat benar-benar datang.

 

Wonosari Bondowoso, 21 Juli 2015

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: